Tanggapi Bisnis Es Doger Gibran, Refly Harun: Orang Susah Cari Modal, Anak Presiden Bisa Dapat Puluhan Miliar

225
Refly Harun

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menjadi perbincangan publik di media sosial.

Dalam perbincangan tersebut, bisnis es doger milik Gibran Rakabuming diketahui mendapatkan suntikan dana sebesar Rp71 miliar.

Berdasarkan informasi yang beredar, bisnis start up Goola ‘es doger’ milik Gibran Rakabuming mendapatkan suntikan dana dari Alpha JWC Ventures yang bertujuan untuk menjadikan putra sulung Presiden Jokowi itu sebagai market leader di Indonesia.

Beredarnya kabar bisnis es doger milik Gibran Rakabuming yang mendapatkan suntikan dana sebesar Rp71 miliar itu turut ditanggapi oleh Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.

Menanggapi kasus Gibran Rakabuming tersebut, Refly Harun menceritakan film Umar bin Khattab yang keberatan ketika ada gubernur yang berbisnis.

Dalam film itu, Refly Harun menuturkan saat ada gubernur yang protes soal karena bisnisnya tidak menggunakan fasilitas kekuasaan, Umar bin Khattab mengatakan pikiran pejabat tersebut akan terbagi bukan untuk masyarakat, melainkan berbisnis.

Hal itu diungkapkannya melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun pada Minggu, 16 Januari 2022.

“Kata Umar bin Khattab, ‘kalau Anda berbisnis, berarti Anda separuh pikirannya untuk memikirkan bisnis, bukan untuk masyarakat’. Padahal mereka dipercaya jadi pemimpin masyarakat,” kata Refly Harun.

Advokat itu mengatakan menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah amanah yang apabila tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya akan menjadi dosa.

Menurutnya, terkadang seseorang tidak pernah berpikir soal hubungan secara vertikal, yaitu antara manusia dan Tuhan.

“Namanya jadi gubernur, bupati, wali kota, presiden itu adalah amanah yang kalau tidak dilaksanakan sebaik-baiknya itu dosa, orang tidak pernah berpikir soal vertikalnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Refly Harun mengungkapkan bisnis es doger milik Gibran Rakabuming belum diketahui pasti ada relasi antara bisis dan kekauasaan. Namun, dia menjelaskan tidak ada makan siang yang gratis.

Dia juga menyesalkan dengan mudahnya seorang anak presiden mendapatkan suntikan dana hingga puluhan miliar, sementara orang-orang lain susah mendapat modal.

“No free lunch, orang susah cari modal, sementara anak presiden bisa dapat suntikan sampai puluhan miliar,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here