Tampol Aksi Blusukan Presiden Jokowi, Gus Umar: Untuk Apa? Stop Blusukan Pakde!

211
Gus Umar

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar kembali mengkritik Presiden RI Joko Widodo.

Diketahui, pada Kamis 16 Juli 2021, Presiden Joko Widodo kembali melakulan aksi blusukan sambil membagikan pake sembako dan obat ke kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Presiden Joko Widodo bersama beberapa staff pun turun tangan lamgsung membagikan sembako dan obat sambil berbincang sebentar dengan beberapa warga yang berdiam diri di rumah.

Namun, aksi blusukan Presiden Joko Widodo justru dikomentari oleh Tokoh NU Umar Hasibuan. Umar mengatakan bahwa seharusnya Presiden menghentikan aksi blusukan tersebut.

Dilansir Galamedia melalui akun twitternya pribadinya @UmarChelsea_75, ia memaparkan bahwa seharusnya Presiden membuat sistem dan rencana antar kementerian agar Covid-19 dapat teratasi.

“Presiden itu mustinya buat sistem dan rencana yg baik antar sesama kementerian terkait agar pandemi covid ini turun bkn bagi sembako,” tulis Gus Umar.

Gus Umar pun mengatakan bahwa pembagian sembako dan obat bantuan dari pemerintah agar dilakukan oleh RT setempat.

“Biar RT saja yg bagi sembako,” sambungnya.

Tak hanya disitu, Gus Umar pun mempertanyakan tujuan aksi blusukan yang dilakukan Presiden Jokowi.

Ia mengatakan bahwa aksi tersebut justru akan memunculkan kerumunan karena masyarakat pasti penasaran dengan kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut.

“Demi apa coba semua ini pakde? Bukankah cara spt ini akan memunculkan kerumunan lagi?” tanya Gus Umar.

Di akhir cuitannya, Gus Umar meminta Presiden Jokowi untuk menghentikan aksi blusukan yang sudah menjadi ciri khas Jokowi sejak menjabat dulu.

“Stop blusukan pakde.” tegas Gus Umar.

Sebagai informasi tambahan, pemerintah sudah resmi meluncurkan Paket Obat Isoman Gratis untuk masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Selain itu, bantuan sembako pun masih terus diberikan oleh pemerintah di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here