Taliban Nyatakan Tak Ada Ruang bagi Al-Qaeda di Tanah Afghanistan

475
Mullah Abdul Ghani Baradar, pemimpin delegasi Taliban saat menghadiri upacara penandatanganan antara Taliban Afghanistan dan AS di Doha, Qatar, 29 Februari 2020. /Ibraheem al Omari/Reuters

– Taliban telah menepis kekhawatiran bahwa mereka akan memberikan Al-Qaeda sebuah tempat yang aman di Afghanistan di bawah rezimnya.

“Mereka tidak hadir di Afghanistan sejak awal,” kata juru bicara Taliban, Mohammed Naeem, dalam sebuah wawancara dengan TV Saudi yang dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Stripes News.

Ia juga bersikeras bahwa Al-Qaeda sekarang tidak memiliki pijakan di negara itu dan tidak memiliki hubungan dengan Taliban.

Kondisi tersebut terjadi setelah mencuatnya kritikan dari pejabat tinggi AS dalam beberapa hari terakhir mengenai keberadaan Al-Qaeda yang mengekor Taliban di Afghanistan.

“Kepentingan apa yang kita miliki di Afghanistan saat ini, dengan hilangnya Al-Qaeda?” tutur Presiden Joe Biden saat bertanya pekan lalu.

Pertanyaan Joe Biden tersebut dinilai membenarkan kebijakan penarikan pasukan AS dari negara itu, yang kemudian dianggap para kritikus sebagai keputusan tergesa-gesa Amerika yang mengobarkan perang terpanjangnya.

Keputusan penarikan itu mendapat kecaman setelah Taliban menyerbu Ibu Kota Kabul awal bulan ini, menguasai Afghanistan dan menggulingkan pemerintah yang didukung Washington.

Ribuan orang sejak itu berbondong-bondong ke Bandara Kabul, mereka takut akan masa lalu Taliban dan adanya kebangkitan Al-Qaeda.

Lebih jauh, para ahli dan analis Timur Tengah mengungkapkan kedua kelompok tersebut masih memiliki hubungan, meski hanya secuil ikatan.

“Keduanya menunjukkan tidak ada indikasi untuk memutuskan hubungan,” kata sebuah laporan PBB pada Juni lalu.

Laporan itu menambahkan bahwa Al-Qaeda hadir di setidaknya 15 provinsi di Afghanistan, menempatkan jumlah pejuang antara beberapa lusin hingga 500 personel.

Sementara Naeem, juru bicara biro politik Taliban, mengecilkan perayaan oleh simpatisan Al-Qaeda atas pengambilalihan kekuasaan Taliban.

“Jika seseorang, siapapun itu, memberi selamat kepada kami dan rakyat Afghanistan pada hari ini, untuk apa?” tuturnya.

Dia juga membantah bahwa keamanan Kabul sekarang berada di tangan Khalil Haqqani, yang dicari oleh Washington karena memiliki hubungan dengan Al-Qaeda.

“Berapa kali saya mengatakan bahwa kami tidak akan mengizinkan siapapun untuk menggunakan tanah Afghanistan melawan keamanan negara lain. Siapapun dan dari negara manapun,” tutur Naeem.

Dalam konferensi pers pekan lalu, juru bicara Taliban mengatakan ini bukan Taliban yang sama yang memerintah negara itu sejak tahun 1996 hingga intervensi AS tahun 2001.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here