Taliban Bersedia Kerjasama dengan Semua Negara Termasuk AS, Suhail Shaheen: Kecuali Israel

292
Taliban Bersedia Kerjasama dengan Semua Negara Termasuk AS, Suhail Shaheen: Kecuali Israel /REUTERS/Tatyana Makeyeva

Taliban menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan semua negara termasuk Amerika Serikat (AS), tetapi ada satu negara yang dikesampingkan untuk diajak kerjasama yakni Israel.

Pernyataan pihak Taliban itu disampaikan setelah mengumumkan pemerintah sementara Afghanistan pada Kamis 9 September 2021.

Taliban mengatakan mereka sekarang siap untuk kerjasama internasional dengan negara manapun termasuk Amerika Serikat, tetapi organisasi tersebut menentang keras kerjasama apapun dengan negara Yahudi Israel.

Juru bicara TalibanSuhail Shaheen, mengatakan kepada kantor berita milik negara Rusia, Sputnik, pada hari Selasa bahwa AS akan tetap diterima untuk membantu merekonstruksi Afghanistan.

“Dalam babak baru, jika Amerika ingin memiliki hubungan dengan kami, yang dapat menjadi kepentingan kedua negara dan rakyat, dan jika mereka ingin berpartisipasi dalam rekonstruksi Afghanistan, mereka dipersilakan,” kata Suhail Shaheen.

Lebih lanjut, Suhail Shaheen menggarisbawahi penolakan murni dan sederhana untuk bekerja dengan satu negara pada khususnya yaitu Israel.

“Tentu saja, kami tidak akan memiliki hubungan dengan Israel. Kami ingin memiliki hubungan dengan negara lain, Israel tidak termasuk di antara negara-negara ini,” tegasnya.

Seperti diketahui Taliban adalah sebuah kelompok fundamentalis Islam dan dianggap memiliki sejarah mendukung al-Qaeda, yang secara rutin membuat ancaman terhadap Israel dan menggunakan retorika anti-Israel dalam propagandanya.

Bulan lalu, juru bicara gerakan tersebut, yang terlibat dalam wawancara dalam bahasa Inggris dengan berbagai media di seluruh dunia, memberikan satu kepada penyiar publik Kan Israel.

 

Hanya beberapa jam setelah ditayangkan, juru bicara Taliban mentweet bahwa dia telah ‘ditipu’ untuk memberikannya.

“Beberapa jurnalis mungkin menyamar, tetapi saya belum melakukan wawancara dengan siapa pun yang memperkenalkan dirinya sebagai dari media Israel,” tulisnya.

Sebelum Taliban mendeklarasikan diri sebagai pemerintah baru Afghanistan, Perdana Menteri Israel memperingatkan Presiden Joe Biden tentang risiko yang harus dihadapi negaranya jika pasukan AS meninggalkan Afghanistan.

“Kami hidup di lingkungan terberat di dunia,” kata Bennett, menurut transkrip pertemuan.

“Kami memiliki ISIS di perbatasan selatan kami [di Sinai], Hizbullah di perbatasan utara kami, Jihad Islam, Hamas dan milisi Iran yang mengelilingi kami. Dan mereka semua ingin memusnahkan negara Yahudi.”

Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki menyebutkan bahwa negara itu tidak berada di halaman yang sama dengan kepemimpinan baru Taliban sejauh ini.

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here