Tak Terima Taliban Dikaitkan Terus dengan Teroris, Ali Syarief: Padahal Taliban Baru Saja Gempur ISIS

497
Ali Syarief. /Twitter @alisyarief/

Akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief merasa heran karena masih banyak pihak-pihak yang mengaitkan Taliban dengan teroris.

Apalagi baru-baru ini, Direktur Pencegahan Densus 88 Anti Teror, Kombes Pol M. Rosidi menyatakan bahwa kemenangan Taliban menjadi inspirasi teroris di Indonesia.

Ali Syarief tampak tidak suka dengan sikap petinggi Densus 88 tersebut yang menggiring opini seakan-akan teroris di Indonesia itu sangat erat kaitannya dengan Taliban.

Hal itu terungkap saat Ali Syarief menuliskan sebuah tweet di akun Twitter miliknya, lantaran merasa heran dengan pernyataan petinggi Densus 88 tersebut.

Ia tampak tak terima Taliban selalu dikaitkan dengan teroris di Indonesia, padahal Taliban sendiri baru saja menggempur habis-habisan kubu ISIS.

Menurutnya, pernyataan petinggi Densus 88 tersebut tidak tepat lantaran sudah menuding bangsa lain tanpa tau akar permasalahannya.

“Teroris lagi. Taliban lagi. Bisa-bisanya dengan mudah menuding bangsa lain. Padahal baru saja Taliban menggempur kubu ISIS,” ujarnya, dikutip Galamedia, Kamis 7 Oktober 2021.

Selain itu, Ali Syarief juga tampak memperingatkan pihak-pihak yang sampai saat ini masih mengaitkan Taliban dengan teroris.

Ia menekankan bahwa pada dasarnya kebebasan berpendapat itu penting, namun menurutnya hal itu harus dibatasi ketika bersentuhan dengan marwah negara lain atau keyakinan yang berbeda.

Oleh karena itu, Ali Syarief menegaskan bahwa orang beradab tidak akan seenaknya menuding bangsa lain, apalagi dengan narasi-narasi yang berbau islamophobia.

“Bagi yang beradab, kebebasan berpendapat itu, dibatasi ketika bersentuhan dg marwah negara lain atau keyakinan yg berbeda. Apalagi islamophobia dasarnya,” terangnya.

 

Seperti diketahui, petinggi Densus 88 sempat mengatakan bahwa kemenangan Taliban sangat berdampak pada kelompok teroris yang ada di Indonesia.

Menurutnya, kemenangan Taliban sangat menginspirasi kelompok-kelompok teroris di Indonesia untuk menjalankan propagandanya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here