Tak main-main! Demi telusuri kasus donasi Akidi Tio, polisi kerahkan alat khusus intelijen

191
Ilustrasi intelijen. Foto: Ist.

Direktorat Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Ratno Kuncoro menjelaskan bahwa pihaknya telah diinstruksikan langsung untuk membentuk tim gabungan. Bahkan demi telusuri kasus donasi Akidi Tio, polisi kerahkan alat khusus intelijen.

Adapaun tim pertama dibentuk untuk menelusuri kebenaran asal usul bantuan yang akan diberikan, sementara untuk tim kedua untuk mengelola agar dana yang nantinya disalurkan tidak menjadi polemik dan pro kontra karena nominal yang fantastis.

Keluarga Akidi Tio usai menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik reserse kriminal umum di Mapolda Sumatera Selatan. Foto: Antara
Keluarga Akidi Tio usai menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik reserse kriminal umum di Mapolda Sumatera Selatan. Foto: Antara

Ratno menjelaskan, pembentukan tim tersebut diperintahkan langsung oleh Kapolda Sumsel dan dipersiapkan untuk menelusuri lebih lanjut perkara sumbangan dana fantastis yang terbilang fantastis tersebut.

Selain menggunakan data ITE, pihaknya juga bakal mengerahkan alat khusus (alsus) intelijen.

“Bapak Kapolda sejak Senin kemarin membentuk tim, salah satunya dipimpin oleh saya, ya kerja siang malam. Kita gunakan data ITE, kita gunakan alsus intelijen analisis dan dilakukan penegakkan hukum,” kata Ratno, di kantor Gubernur Sumsel bersama Herman Deru, pada Senin, 2 Agustus 2021, mengutip Kompas.

Ratno mengungkapkan, setelah dilakukan analisis, mereka menemukan adanya unsur tindak pidana yang diduga dilakukan oleh Heriyanti.

Setelah penelusuran selama sepekan, petugas kepolisian akhirnya mengamankan anak bungsu Akidi Tio tersebut ketika sedang berada di Bank Mandiri Palembang.

“Intinya pada hari ini, sore ini kita tim yang dibentuk Kapolda dari hari Senin, yakin bahwa unsur pidana sudah terpenuhi, langsung sehingga kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Kendati demikian, Ratno tak menjelaskan barang bukti yang telah diamankan oleh penyidik sehingga Heriyanti telah ditetapkan tersangka.

“Status sudah tersangka karena kita sudah ada alat bukti. Tersangka inisial H sudah diamankan, penyidik sedang menyelidiki motif karena akan kita kenakan (Pasal 15) UU nomor 1 dengan sanksi cukup berat di atas 10 tahun,” ungkapnya.

Bukan penipuan dan bukti tak becusnya polisi

Akidi Tio sumbang 2 triliun
Akidi Tio sumbang 2 triliun. Foto Disway.id | Demi telusuri kasus donasi Akidi Tio, polisi kerahkan alat khusus intelijen

Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar mengatakan bahwa perkara kasus donasi atau sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio tidak bisa disebut sebagai tindakan penipuan.

Menurut Haris Azhar seharusnya sejak awal Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan alias PPATK dan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dilibatkan untuk memeriksa seseorang.

“Jangan-jangan ketidakbecusan polisi memeriksa didalilkan sebagai penipuan, duit Rp 2 triliun itu kan gede,” kata Haris dalam keterangan tertulis, dikutip Hops dari Tempo pada Selasa, 3 Agustus 2021.

Pihaknya menjelaskan, sebenarnya wajar apabila aparat sejak awal memeriksa dari mana uang yang akan disumbangkan. “Ini kan mau nyumbang silakan diperiksa.”

Sementara dia memaparkan bahwa niat menyumbang bukanlah sebuah janji yang harus ditepati. Sehingga, pihak yang hendak menyumbang masih bisa memilih untuk mengirimkan atau tidaknya sumbangan tersebut.

Dengan begitu, seharusnya tidak ada jeratan hukum untuk perkara tersebut lantaran itu bukan janji yang terikat dan hanya seremonial.

“Kenapa urusan begini dipidana, itu bodohnya pemerintah kenapa percaya-percaya saja,” kata Haris.

Menurut Haris, seharusnya seremoni hanya terjadi jika sudah ada hitam di atas putih dari rencana sumbangan tersebut, serta dana yang akan disumbangkan sudah ditransfer.

“Kalau enggak ada itu semua, tidak boleh sermonial. Ini bukti pejabat cari panggung,” imbuhnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here