Tak Biasanya Perpanjangan PPKM Tak Diumumkan Jokowi

503

Pemerintah telah mengumumkan perpanjangan PPKM level 2, 3 dan 4 di Jawa dan Bali. PPKM diperpanjang hingga 16 Agustus mendatang.

Akan tetapi, dalam pengumuman kali ini sedikit berbeda dari pengumuman sebelumnya. Sebab, biasanya Presiden Jokowi yang langsung mengumumkan perpanjangan.

Kali ini, pengumuman perpanjangan PPKM disampaikan oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers secara virtual, Senin (9/8) sekitar pukul 20.00 WIB.

Luhut turut didampingi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

“Maka PPKM Level 4, 3 dan 2 di Jawa-Bali akan diperpanjang sampai tanggal 16 Agustus 2021. Terkait keputusan ini akan dituangkan dalam Instruksi Mendagri secara lebih detail,” kata Luhut.

Luhut menuturkan, keputusan ini diambil pemerintah berdasarkan hasil evaluasi PPKM sebelumnya dan masukan dari para ahli hingga masyarakat.

“Dalam menangani Pandemi ini, Pemerintah mengedepankan masalah kehatian-hatian dengan baik. Jangan sampai perbaikan yang sudah kita capai susah payah kemudian menjadi sia-sia,” tutur Luhut.

Absennya Jokowi dalam pengumuman perpanjangan PPKM menimbulkan tanya. Pasalnya, sejak pengumuman PPKM Darurat hingga berubah menjadi PPKM leveling, Jokowi selalu muncul dan memberikan keterangan kepada masyarakat.

Tapi, kali ini Jokowi sama sekali tidak memberikan keterangan apa pun terkait perpanjangan PPKM.

Jokowi Pilih Hadiri Acara Peringatan 1 Muharam dan Doa Bersama dengan PBNU

Ternyata dalam waktu yang sama, PBNU menggelar acara peringatan 1 Muharam dan doa bersama yang digelar PBNU secara virtual. Jokowi hadir dalam acara tersebut.

Selain Jokowi, sejumlah tokoh hadir dalam acara ini mulai dari Ketum PBNU Said Aqil Siroj hingga Sekjen PBNU Helmy Faishal.

Pihak Istana belum memberikan keterangan mengapa Jokowi lebih memilih hadir dalam acara ini dibanding menyempatkan waktu untuk mengumumkan status PPKM.

Tak Biasanya Perpanjangan PPKM Tak Diumumkan Jokowi (1)

searchPerbesar
Pengarahan Presiden Joko Widodo kepada Kepala Daerah Se Indonesia Tahun 2021, secara virtual, Senin (19/7). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Dalam acara ini, Jokowi memberikan sambutan. Ia mengatakan, pandemi COVID-19 bisa menjadi momentum masyarakat untuk hijrah menjadi lebih baik.”Banyak hal yang berubah di masa COVID-19 ini , bulan yang lalu kita merayakan Hari Raya Idul Adha dengan cara yang tidak biasa. Sebagian besar dari kita menjalani malam takbir dan salat ID di rumah. Masyarakat pun tidak lagi melakukan keliling seperti biasa,” kata Jokowi.

“Itu semua karena kita mematuhi protokol kesehatan demi mengatasi pandemi. Ancaman COVID-19 utamanya varian delta telah memaksa kita untuk berubah dan melakukan penyesuaian dalam berbagai kegiatan termasuk aktivitas keagamaan,” tambahnya.

Jokowi juga berharap agar momen tahun baru 1 Muharam 1443 Hijriah yang juga bertepatan dengan bulan kemerdekaan dapat dimanfaatkan untuk melipatgandakan ikhtiar baik lahiriah maupun batiniah dalam melawan pandemi COVID-19.

“Proklamasi 17 Agustus 76 tahun yang lalu merupakan wujud hijrah kita melepaskan diri dari kolonialisme untuk menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk melipatgandakan ikhtiar lahiriah dan batiniah dalam melawan pandemi,” tutup Jokowi.

Sumber Berita / Artikel Asli : Kumparan

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here