Tagar ‘Jejak Berdarah KM 50’ Trending, Fakta Terbaru Kematian 6 Laskar FPI Terungkap, Ada Surat ‘Perintah’?

895

Kasus kematian 6 Laskar FPI yang terjadi beberapa bulan lalu masih jadi misteri yang belum terpecahkan.

Pasalnya, kubu para syuhada Laskar FPI menyatakan ada banyak kejanggalan dari kasus tersebut sehingga keadilan nampak sulit untuk ditegakkan.

Bahkan, mereka mengecam keras dan mendesak keadilan hukum bagi anggota polisi yang terlibat dalam tragedi penembakkan 6 Laskar FPI di KM 50.

Baru-baru ini, desakan tersebut kembali menggema di media sosial Twitter lewat tagar ‘Jejak Berdarah KM 50’ hingga trending, Rabu, 3 November 2021.

Terlebih, ada fakta baru yang terungkap, yakni diduga adanya surat perintah pembunuhan 6 Laskar FPI dari Polda Metro Jaya.

Lebih jelasnya, seorang saksi dari kepolisian, Toni Suhendar, di dalam sidang lanjutan kasus 6 Laskar FPI di KM 50 pada 26 Oktober 2021, mengungkap bahwa tujuh anggota kepolisian mendapat surat perintah pengintaian.

Surat tersebut berupa perintah penyidikan dan penyelidikan rombongan FPI dan Habib Rizieq Shihab.

Menurut keterangan dari Toni, ia dan enam anggota polisi lainnya mendapat mandat tersebut dari Direktur Kriminal Umum (Dikrimum) Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

Mengetahui kabar tersebut, para warganet kubu FPI langsung mengutuk keras para anggota kepolisian yang terlibat.

Mereka mendesak agar keadilan hukum ditegakkan sebaik-baiknya pada pelalu perihal kasus pembunuhan 6 Laskar FPI.

“Kalo ada SURAT TUGAS yg menewaskan 6 Syuhada Laskar FPI berarti ini TINDAK PIDANA murni PELANGGARAN HAM BERAT,” ujar warganet akun @murtado_zaki dikutip Isu Bogor dari Twitter, Rabu, 3 November 2021.

“Berisikan terus hingga keadilan itu ada #JejakBerdarahKM50,” sambung akun @BungTomo_Reborn.

“Korban tidak melawan tapi dibunuh secara keji, ini adalah pembunuhab berencana terhadap IBHRS,” imbuh akun @YasonnaB.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here