Susi Pudjiastuti Sebut Virus Mungkin Bisa Diperjualbelikan untuk Antisipasi ‘Perang’, Begini Penjelasannya

527
Susi Pudjiastuti

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti buka suara soal konspirasi virus Covid-19 yang saat ini masih menghantui masyarakat global.

Susi Pudiastuti mengaku percaya jika Covid-19 ada dan berbahaya, namun tentang bagaimana caranya virus tersebut bisa ada dan tersebar, ia pun masih banyak menerka-nerka.

Ia pun mengeluarkan opini tentang virus yang mungkin sengaja dibuat untuk kepentingan penelitian dan percobaan sebuah produk proteksi yang akan diperjualbelikan.

 

It’s maybe wasn’t experiment (virus ini mungkin bukan percobaan), I think ya, maybe somebody, the scientist who found it or make it or doing it (saya pikir, mungkin seseorang, ilmuwan yang menemukannya atau membuatnya) lebih berpikir ke arah sisi sainsnya untuk mengembangkan anti-off protection (antivirus) kepada manusia,” ujar Susi dikutip Isu Bogor dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Rabu, 6 Oktober 2021.

“Sama kaya gadget, to protect it the virus, you have to take, try attack. That’s how they sell the product (untuk melindunginya dari virus, kamu perlu melakukan, mencoba perlawanan. Itulah bagaimana mereka menjual produk),” sambungnya.

Sama halnya juga seperti tindakan awal untuk antisipasi perang, kata Susi dan Deddy, jadi manusia memililiki senjata di awal sebelum perang atau serangan datang.

 

Oleh karena itu, Susi beranggapan bahwa virus mungkin bisa diperjualbelikan untuk kepentingan senjata perang tersebut.

So they have an advance weapon to made possible protect when attack come (jadi mereka punya senjata di awal yang bisa jadi pelindung ketika serangan datang,” tutur Susi.

“Maybe someone can sell virus, it’s also possible (Mungkin seseorang bisa menjual virus, ini juga bisa terjadi),” lanjutnya.

Kendati demikian, menilik realita yang ada saat ini, Susi Pudjiastuti tidak percaya jika virus Covid-19 sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu.

Meskipun memang sengaja dibuat, ia yakin jika kecelakaan lah yang akhirnya membuat virus menyebar.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 3 = 8