Stop Berspekulasi! Komnas HAM Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Otopsi Ulang Brigadir J

68
kasus tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Komnas HAM minta semua pihak stop berspekulasi dan menunggu hasil otopsi ulang jasad Brigadir J.

Dilansir dari Antara, dikatakan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Jumat 5 Agustus 2022, semua pihak harus menunggu hasil otopsi ulang untuk menjawab penyebab kematian Brigadir J.

Menunggu hasil otopsi ulang jasad Brigadir J, menurut Taufan, perlu dilakukan untuk menghindari perdebatan.

Apalagi, menurut Taufan, tim yang ditunjuk melakukan otopsi ulang jasad Brigadir J adalah para ahli yang kredibel di bidangnya.

 

Terlebih, kata Taufan, unsur TNI, Pengacara keluarga Brigadir J dan Komnas HAM serta Kompolnas memantau langsung pelaksanaan otopsi ulang.

“Pertanyaan terbesar adalah apakah almarhum Yoshua (Brigadir J) ini meninggal semata-mata karena tembakan atau ada penyebab lain, saya kira itu harus dijawab secara saintifik,” kata Taufan.

Dijelaskan Taufan, dari seluruh pemetaan yang dilakukan lembaga tersebut, antara rumah pribadi ke rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo menjadi fokus.

Lebih lanjut Taufan mengatakan pihaknya sengaja tidak terlalu membahas apa yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

Karena pihaknya menemukan fakta-fakta suasana gembira dengan adanya perayaan di Magelang.

Saat itu, Brigadir J dan Bharada E juga berada di tempat yang sama.

Taufan juga meluruskan, Irjen Pol Ferdy Sambo menggunakan pesawat dari Magelang ke Jakarta dan tidak bersama rombongan.

“Dengan bukti-bukti yang kami dapatkan, yakni tiket, kami mendapatkan kepastian bahwa dia tanggal 7 pagi, pukul 07.00 WIB dengan satu ajudannya berangkat dari Yogyakarta menuju Jakarta,” kata Taufan.

Sementara, lanjut Taufan, rombongan istri Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir J, termasuk asisten rumah tangga dan lainnya berangkat ke Jakarta.

Hal itu, semuanya terekam melalui CCTV dan tiba sekitar pukul 15.30 WIB.

Namun, pihaknya akan mencek ulang kalibrasi rekaman itu.

“Kita tidak menerima begitu saja data-data yang diberikan oleh Mabes Polri, namun kita memiliki ahli independen untuk memeriksa,” jelas Taufan.

Hal itu untuk memastikan apakah rekaman CCTV yang diberikan terdapat editing atau manipulasi.

Melalui rekaman tersebut, pihaknya melihat Ferdy Sambo bersama ajudannya didampingi petugas tes usap PCR masuk ke dalam rumah.

Tak lama berselang, rombongan istri Ferdy Sambo termasuk Bharada E dan Brigadir J juga datang dan melakukan tes usap PCR di rumah pribadi yang terletak di Jalan Saguling, Duren Tiga.

Sebelumnya, Brigadir J diduga tewas akibat penembakan di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat 8 Juli 2022.

Kasus itu menyita perhatian publik, hingga Polri membentuk tim khusus untuk mengungkapnya.

Tim khusus itu dipimpin Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol Agung Budi Maryoto.

Tiga pejabat Polri telah dinonaktifkan terkait kasus ini.

Ketiga pejabat yang dinonaktifkan itu, yakni Ferdy Sambo, Kepala Biro Pengamanan Internal Brigjen Pol Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jaksel Kombes Pol Budhi Herdi.

Buntut dari kasus itu, jasad Brigadir J telah dilakukan otopsi ulang untuk mencari bukti-bukti. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : pikiran rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

75 − = 69