Sri Mulyani Ngaku Dilema Soal Batu Bara, Rocky Gerung: Yang Konyol Presiden Jokowi

547
Rocky Gerung

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku dilema soal penghentian sementara ekspor batu bara.

Sri Mulyani mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah dihadapkan dengan situasi yang sulit. Pasalnya, pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri tengah kritis.

Menurut Sri Mulyani, apabila ekspor batu bara tetap dilakukan, maka listrik di Indonesia terancam padam.

Menanggapi hal ini, Pengamat politik Rocky Gerung pun mempertanyakan pernyataan Sri Mulyani.

“Bagaimana mungkin Ibu Sri Mulyani keluar dengan istilah itu? Dilema apa? Dia yang nentuin. Jadi, dia dilema karena dia mesti bandingkan nanti, mati listrik atau nggak dapat windfall dari ekspor batu bara,” kata Rocky Gerung, dikutip SeputarTangsel.Com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Rabu, 5 Januari 2022.

Menurut Rocky Gerung, kurangnya transparasi publik bisa menimbulkan kecurigaan masyarakat terhadap pemerintah.

Rocky Gerung menilai, pernyataan Sri Mulyani menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dalam membuat kebijakan publik.

“Jadi kelihatan kebijakan publik kita itu nggak pernah dirapatkan secara serius, sehingga begitu ada keresahan pasokan batu bara ke listrik, Erick Thohir dan Sri Mulyani kerepotan bagaimana menghadapi keadaan ini. Hal yang bisa diprediksi kan?” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Dosen filsafat Universitas Indonesia itu menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) konyol karena terlalu cepat mengambil keputusan untuk menghentikan sementara ekspor batu bara.

“Nah yang konyol Presiden Jokowi bereaksi terlalu cepat, seolah-olah dengan gagah berani melarang ekspor,” tuturnya.

Ia mengatakan, masyarakat perlu melihat hasil negosiasi di belakang layar berupa win-win solution supaya Jokowi tidak malu.

Selain itu, salah seorang pendiri Setara Institute tersebut menuturkan, perencanaan energi di Indonesia berantakan.

Menurutnya, upaya energi terbarukan Jokowi tidak ada bunyinya, sehingga masih terus-menerus bergantung kepada  energi fosil.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here