Soal Video Dedi Mulyadi Tegur Pedagang, Gus Umar: Apa Kewenangan Anda Larang Orang Jualan di Pinggir Jalan?

246
edi Mulyadi

Tokoh Nadhlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan mengaku geram dengan sikap Anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Dedi Mulyadi.

Tokoh NU yang akrab disapa Gus Umar itu geram saat menanggapi video Dedi Mulyadi yang melarang seorang pedagang berjualan di pinggir jalan.

Lantas, Gus Umar mempertanyakan kewenangan Dedi Mulyadi yang melarang orang berjualan di pinggir jalan tersebut.

Gus Umar juga mempertanyakan posisi Dedi Mulyadi yang mengusir pedagang itu. Pasalnya, hal itu merupakan kewenangan dari Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Bahkan, Gus Umar menuliskan tagar ‘Makinnorak’ yang disematkannya kepada Dedi Mulyadi.

Hal tersebut disampaikan oleh Gus Umar melalui cuitan di akun Twitter @UmarHasibuan_70 sekaligus mengunggah video Dedi Mulyadi yang mengusir pedagang tersebut pada Sabtu, 8 Januari 2022.

“Pak deddy apa kewenangan anda melarang orang jualan dipinggir jalan. Apa anda petugas dishub? #Makinnorak,” tulis Gus Umar.

Sebelumnya, dalam video yang dibagikan Gus Umar, terlihat Dedi Mulyadi mengendarai mobil sedang berkeliling.

Mantan Bupati Purwakarta itu melihat ada seorang pedagang sedang menggelar lapaknya di pinggir jalan dan memperingatkannya untuk tidak berjualan di daerah yang rawan macet.

“Kang ini rawan macet kang. Jangan jualan di sini ya, maju, maju maju,” ucap Dedi Mulyadi.

Lalu, beberapa jam setelah berkeliling, Dedi Mulyadi kembali ke lokasi yang disebutnya rawan macet dan melihat pedagang sop durian yang ditegurnya belum meninggalkan tempat tersebut.

Ketika pedagang itu mengatakan hanya mampir sebentar untuk berjualan, Dedi Mulyadi pun nampak marah karena pedagang tersebut berbohong.

“Jangan bohong. Bapak di sini dari jam 8 pagi lho pak, saya tadi kan lewat. Kenapa jualannya di jalan? Kalo semua orang berpikir cari rezeki di sembarang tempat, kacau pak,” ucapnya.

Kemudian, pedagang sop durian itu pergi meninggalkan lokasi berjualan di pinggir jalan itu.

Sementara, Dedi Mulyadi mengatakan fungsi pemerintah setempat tidak berjalan dengan baik karena membiarkan orang berjualan di pinggir jalan yang menjadi sumber rawan kemacetan.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here