Soal Sumbangan Bodong Akidi Tio, Gerindra dan PKS: Kapolda Sumsel Tak Salah

359

Soal sumbangan bodong Akidi Tio, Gerindra dan PKS: Kapolda Sumsel tak salah. Sumbangan Rp 2 triliun Akidio Tio bagi penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel), hampir dipastikan bodong. Hal tersebut diungkapkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut tidak ada uang senilai Rp 2 triliun dalam bilyet giro milik keluarga mendiang Akidi Tio.

Legislator Gerindra dan PKS menilai Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri sebagai pihak yang mengumumkan sumbangan Rp 2 triliun tidak bisa disalahkan.

“Pak Kapolda nggak bisa disalahkan, karena niat beliau baik yakni memfasilitasi warga yang hendak memberikan donasi penanganan Covid,” terang anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Rabu 4 Agustus 2021.

Kendati demikian, Habiburokhman mengatakan pihak Akidi Tio juga tidak bisa disalahkan terkait sumbangan bodong tersebut. Menurutnya tidak ada yang dirugikan dari kebohongan tersebut.

Foto bilyet giro Rp 2 triliun anak Akidi Tio. (Istimewa)

“Kalau pada akhirnya uang itu tidak ada, memang tetap sulit untuk menjerat keluarga Akidi Tio hanya karena pernyataan akan memberi donasi, karena tidak ada kerugian bagi siapapun,” imbuhnya.

 

Meskipun begitu, Wakil Ketua Umum Gerindra itu tetap mendorong agar Polda Sumsel tetap mendalami unsur pidana lain yang mungkin bisa menjerat Akidi Tio. Menurutnya, bisa jadi ada modus penipuan di balik sumbangan bodong Rp 2 triliun itu.

“Tetapi kepolisian wajib mendalami apakah ada pidana lain yang mereka lakukan terkait pernyataan itu. Biasanya, modus penipu bilang ada dana besar di luar negeri untuk memancing agar orang mau memberikan dana operasional pengurusan kepada mereka yang jumlahnya juga tidak sedikit. Jadi kalau mereka menarik dana dari pihak ketiga, baru bisa dijerat pidana penipuan,” beber Habiburokhman, seperti dilansir dari detikcom, Rabu 4 Agustus 2021.

Senada Habiburokhman, anggota Komisi III Fraksi PKS Achmad Dimyati Natakusumah juga menilai Kapolda Sumsel tidak bisa disalahkan dalam persoalan sumbangan bodong Akidi Tio.

Menurutnya, yang patut disalahkan adalah pihak keluarga pengusaha Akidi Tio sebagai pihak yang menipu.

Mendiang Akidi Tio melalui perantara keluarga menyumbang Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel. (Istimewa)

“Kalau pihak yang menerima, terus menyambut gembira ya nggak salah dong, itu kan niat tujuannya membantu terus disampaikan oleh Kapolda Eko Indra Heri, menurut saya nggak salah, seperti saya misalnya tiba-tiba ada orang yang mau ngasih Rp 2 triliun, saya seneng dong untuk membantu masyarakat misal di dapil saya, ya nggak ada salah dong, yang salah itu yang menipu,” ujar Dimyati.

Kendati demikian, Dimyati meminta agar Kapolda Sumsel belajar dari persoalan ini. Seharusnya, imbaunya, Kapolda Sumsel mengecek terlebih dulu keberadaan uang tersebut sebelum mengumumkan kepada publik

“Cuma Kapolda kurang teliti aja sebelumnya, harusnya dicek dululah, mungkin terlalu inilah terlalu happy ada orang yang mau bantu, tapi ini pelajaran buat semua pihak jangan sampai kalau barang belum ada sudah terekspos, diem-diem aja dulu kalau belum ada barangnya, sama kayak banyak kejadian-kejadian yang ada. Ini cedera janji aja,” tutupnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 10 = 17