Soal Rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi, Haris Azhar Singgung Pertemuan di MRT dan Makan Nasi Goreng

569

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar memberikan penilaian mengenai bergabungnya Ketua Umum Prabowo Subianto dengan kabinet Indonesia Maju Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Haris Azhar menyinggung mengenai awal mula munculnya rekonsiliasi yang akan dilakukan Prabowo dan Jokowi.

Bahkan disinggungnya juga mengenai pertemuan Jokowi dan Prabowo di MRT seusai Pemilu 2019.

Pendapat Haris Azhar tersebut disampaikan pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di tvOne.

Haris Azhar berikan komentar mengenai bergabungnya Prabowo Subianto dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Haris Azhar berikan komentar mengenai bergabungnya Prabowo Subianto dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). (YouTube Indonesia Lawyers Club)

Haris Azhar mengembalikan ingatan mengenai isu rekonsiliasi yang pertama kali muncul usai pemilu 2019.

“Kita ingat beberapa bulan lalu pasca-pemilu, pasca-pencoblosan ada muncul wacana diskursus soal rekonsiliasi,” ucap Haris Azhar, dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (22/10/2019).

Bahkan Haris Azhar mengaku pernah menanyakan mengenai isu rekonsiliasi tersebut.

“Waktu itu pertanyaan sejumlah orang, tidak lama setelah isu rekonsiliasi, misal saya menyampaikan waktu itu. Ini yang model rekonsiliasi siapa dengan siapa, dan objek rekonsiliasinya apa, dan goal-nya apa,” ucap Haris Azhar.

Pertanyaan-pertanyaanya yang muncul itu hingga kini tidak terjawab.

Sedangkan Haris Azhar menilai bahwa rekonsiliasi hanya menjadi terlihat dari pertemuan dua tokoh tersebut di MRT.

“Yang muncul adalah menggunakan kereta MRT menuju tempat makan nasi goreng, yang terjadi itu,” ucap Haris Azhar.

Bahkan Haris Azhar sempat berkelakar dengan mempertanyakan tiket kereta dua tokoh tersebut.

“Kelihatan rekonsiliasinya, rekonsiliasi menikmati MRT, yang saya enggak tahu, orang-orang itu beli tiket saat naik MRT dan ujungnya berjung pada nasi goreng itu sendiri,” jelas Haris Azhar.

Haris Azhar pun menyebut bahwa pertemuan di MRT tersebut hanyalah gimik yang dilakukan oleh para politisi.

Dari hal itu, Haris Azhar menilai proses pemilu sudah terjadi terlalu lama dan panjang hingga melalahkan.

“Jadi gimik-gimik itu sudah menandakan pertarungan yang panjang melelahkan dan menurut saya itu sangat melukai karena terlalu banyak menggunakan politik identitas,” ucap Haris Azhar.

Selain itu Haris Azhar mengaku khawatir dengan semakin membesarnya kubu 01 yang mengusung Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Ini saya khawatir, ini juga bagian dari indikator-indikator keretakan 01 yang semakin membesar,” ujar Haris Azhar.

“Jadi 01 nya semakin membesar tapi semakin menunjukan crack-nya, cela-celanya,” tambahnya.

Haris Azhar menilai hal-hal yang terjadi pada hari ini adalah hasil dari proses pemerintahan selama lima tahun sebelumnya.

Ia juga menilai adanya banyak unsur kepentingan politik pada pemerintahan periode kedua Jokowi.

“Mekanisme-mekanisme dijadikan sebagai instrumen-instrumen kepentingan politik dan mungkin ada unsur-unsur bisnis, untuk memperkaya dan memperkuat gerbong politiknya,” ucap Haris Azhar.

Lihat video pada menit ke-2:40:

 

tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here