Soal peluang Novel 212 ikut Pilpres, pengamat: Butuh kekuatan dari langit

147
Novel Bamukmin

Sejak beberapa hari terakhir, Wasekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin kerap bicara mengenai kemungkinannya ikut pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Kabarnya, dia berniat mendampingi Anies Baswedan di kontestasi politik tersebut. Lantas, sebesar apa peluangnya?

Sebelumnya, Novel mengatakan, semua warga negara Indonesia berhak mendapat kesempatan yang sama di Pilpres 2024 mendatang. Namun, satu permasalahannya, saat ini dia belum bergabung dengan partai manapun.

“Siap (maju sebagai cawapres mendampingi Anies). Karena hak warga negara Indonesia untuk memilih dan dipilih, dan dilindungi undang-undang,” ujarnya, dikutip Selasa 17 Agustus 2021.

“Tentunya semua dengan izin Allah serta doa dan dukungan dari ulama dan umat islam, karena sejatinya negara ini merdeka dengan peran penuh ulama, tokoh dan umat dan peranan umat sudah bangkit di ABI (Aksi Bela Islam) 212,” lanjutnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Ist
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Ist

Selain figur Anies, Novel mengaku siap jadi cawapres lantaran merasa terpanggil untuk menyelematkan bangsa Indonesia dari rezim yang menurutnya telah dikuasai pengkhianat yang tunduk pada asing dan aseng.

“Karena saat ini saya melihat rezim ini dikuasai oleh para pengkhianat negara dan Pancasila, sampai-sampai penegak Pancasila (ulama) dikriminalisasi.”

“Dan negara ini sudah dikuasai para pengkhianat bangsa yang menjadi jongos para asing dan aseng sehingga negara ini harus diselamatkan,” urainya.

Novel mengaku akan mengabdikan seluruh hidupnya demi bangsa dan negara jika terpilih di Pilpres 2024 mendatang. Bahkan, dia rela tak digaji selama mengemban tugas tersebut.

“Untuk itu saya harus siap berkorban untuk negara dan bangsa. Jangankan tidak digaji sebagai wapres, bahkan saya pernah masuk penjara melawan penista agama ketika itu,” imbuhnya.

Komentar pengamat soal rencana Novel 212 ikut Pilpres

Pengamat politik nasional, Zaki Mubarak turut menanggapi pernyataan Novel yang menurutnya terdengar imajinatif tersebut. Sebab, menurutnya, jika ingin benar-benar maju tanpa parpol, maka diperlukan perubahan pasal UUD 1945.

“Namun, jika ingin benar-benar maju tanpa parpol, ubah dulu pasal 6A (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa pasangan calon presiden/wapres diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik,” tuturnya, dikutip dari Genpi.

Itulah mengapa, dia berkesimpulan, untuk ikut Pilpres 2024, Novel memerlukan kekuatan dari langit.

“Jadi, amandemen dulu pasal itu. Mungkin Novel perlu kekuatan dari langit untuk bisa mengubahnya,” tegasnya.

Wasekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin. Foto: Ist.
Wasekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin. Foto: Ist.

Kendati demikian, Zaki mengaku setuju jika ada yang mengampanyekan perubahan pasal itu. Hal itu lantaran tidak sedikit banyak masyarakat yang menghendaki Pilpres 2024 bisa menghadirkan calon independen yang berintegritas dan visioner.

“Yang jelas orangnya bukan Novel Bamukmin, bukan juga Ngabalin, Ruhut Sitompul, dan Ferdinand Hutahaean,” kata dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here