Soal Koalisi, Jokowi Pilih Prabowo Ketimbang SBY?

363

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan kalangan relawan di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu malam (20/10/2019).

Pertemuan tersebut digelar pasca Jokowi menerima kunjungan kehormatan sejumlah pimpinan negara, setelah dilantik untuk kedua kalinya sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019 – 2024.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu, relawan menegaskan bahwa hanya ada satu partai oposisi yang dipastikan masuk koalisi pemerintahan, yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

“Di-iya-kan oleh presiden. Presiden menegaskan bahwa Gerindra masuk [koalisi],” kata Ketua Umum Kelompok Relawan Jokowi Mania, Imannuel Ebenezer usai bertemu Jokowi, dikutip Senin (21/10/2019).

Jokowi, kata Imannuel, pun memiliki alasan tersendiri hanya memilih Gerindra untuk masuk dalam koalisi pemerintahan, meskipun sebelum pelantikan sempat melakukan pertemuan dengan sejumlah petinggi partai oposisi.

“Yang jelas partai selain Gerindra tidak ada. Tapi, ya hampir semua partai ini mereka pengennya masuk. Tapi presiden punya pertimbangan, enggak bisa,” katanya.

“Tadi presiden menegaskan kalau semua masuk dalam pemerintahan itu tidak baik dalam demokrasi. Presiden menegaskan itu,” jelasnya.

Terlepas dari itu, relawan mengaku sedikit kecewa dengan keputusan Jokowi yang memilih memasukkan Gerindra dalam koalisi pemerintahan. Namun, keputusan tersebut tetap harus dihormati oleh semua pihak.

“Kita enggak larut dengan kekecewaan, karena, apapun yang dilakukan presiden punya pertimbangan tersendiri, pasti pertimbangan politik, selain politik ada pertimbangan buat menyatukan bangsa ini ke depan,” katanya., CNBC Indonesia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here