Soal Ibu Kota Baru RI di Kalimantan Timur, Prabowo Setuju, Sandiaga Uno Pertanyakan Urgensi

712

Terkait pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur, Prabowo Subianto menyatakan setuju, Sandiaga Unomempertanyakan urgensinya.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyatakan setuju terhadap pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke sebagian kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara, di Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal itu disampaikan lewat  Juru Bicara Ketua Umum Gerindra, Prabowo SubiantoDahnil Anzar Simanjuntak.

Menurut Dahnil, pihak Gerindra telah menyampaikan usulan tersebut beberapa waktu lalu.

“Pak Prabowo menyampaikan kepada seluruh anggota Fraksi Gerindra bahwa usulan pemindahan Ibu Kota sudah menjadi usulan Rencana jangka Panjang yang menjadi usulan Gerindra sejak 2014 lalu,” ujar Juru Bicara Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak ketika dihubungi, Selasa (27/8/2019), dikutip dari Tribunnews.com.

Meski demikian, Prabowo memberikan sejumlah catatan penting mengenai wacana pemindahan Ibu Kota Negara tersebut.

Catatan pertama, Pemindahan Ibu Kota harus didasari dengan kajian yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tidak grasa-grusu, dan menjadi program jangka panjang yang dipersiapkan dengan matang,” jelas Dahnil.

Jokowi dan Prabowo sempat bergandengan tangan saat deklarasi kampanye damai yang digelar KPU di Lapangan Monas, 23 September 2018.
Jokowi dan Prabowo sempat bergandengan tangan saat deklarasi kampanye damai yang digelar KPU di Lapangan Monas, 23 September 2018. (KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA)

Catatan Kedua, Pemindahan ibu kota harus didasari dengan pandangan ekonomi Oppourtunity cost (Biaya Kesempatan) selain tentu financial cost (Biaya Keuangan), yang pondasi dasarnya tentu adl prioritas.

“Jangan sampai rencana tersebut mengabaikan masalah paling dasar lain,” ulasnya.

Catatan ketiga, masalah paling dasar lain kapasitas negara menyelesaikan kemiskinan, pengangguran, dan kedaulatan ekonomi sprt kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan pertahanan dan keamanan.

“Karena semua masalah yang tadi disebutkan adalah masalah Primer kita sebagai bangsa dan negara,” tegasnya.

Catatan Keempat, pemindahan Ibu kota, selain memperhatikan prioritas, kesenjangan ekonomi, juga hrs memperhatikan dampak sosial, budaya dan politik bagi persatuan dan kesatuan NKRI.

Karena pemindahan Ibu kota tidak sekedar masalah Ekonomi, namun ada masalah antropologis (budaya) dan masalah geopolitik, pertahanan, keamanan, juga masalah lingkungan hidup dan lainnya.

Jadi tidak boleh pandangan pemindahan ibu kota sekedar dilihat dari sisi ekonomi an sich.

“Pada prinsipnya, beliau dan Gerindra mendukung segala upaya baik yang pro masa depan, bukan upaya yang abai masa depan. Sukses selalu untuk Pak Jokowi dan jajarannya,” jelasnya.

Pendapat Sandiaga Uno

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno memberikan tanggapannya soal rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan.

Dikutip dari TribunWow.com, hal itu disampaikan Sandiaga Uno melalui akun Instagram pribadinya, @sandiuno, Senin (26/8/2019).

Dalam video yang diunggahnya, Sandiaga Uno tampak menyoroti soal rencana pemindahan ibu kota yang dinilai banyak menyita perhatian publik.

“Belakangan percakapan publik riuh rendah dengan pemindahan ibu kota, betul?,” kata Sandiaga Uno.

Lantas, eks cawapres Pilpres 2019 itu menyinggung soal persiapan hingga dampak dari pemindahan ibu kota tersebut.

“Ini yang harus kita garis bawahi persiapannya harus matang. Pembiayaannya seperti apa, lapangan kerja yang diciptakan untuk siapa?,” ujar Sandiaga Uno.

“Bagaimana dengan dampak kepada ekonomi ibu-ibu, emak-emak rumah tangga, bagaimana analisanya, pembahasannya, siapa saja yang dilibatkan?,” imbuh dia.

Menurutnya, pemindahan ibu kota tidak secara langsung memberikan pengaruh yang positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Karena pemindahan ibu kota ini tidak serta merta mendorong aktivitas perekonomian yang dirasakan oleh masyarakat,” urai Sandiaga Uno.

“Apakah ini prioritas apa bukan?,” tanya Sandiaga Uno.

“Bukan,” jawab peserta seminar.

“Berarti kita taruh dulu di samping, jangan terlalu banyak dibicarakan dan menyita perhatian publik, karena lebih banyak masalah yang lebih sangat-sangat esensial yaitu kemerdekaan ekonomi,” ujar Sandiaga Unomenambahkan.

“Seberapa urgensi pemindahan Ibu Kota?

Dalam memindahkan Ibu Kota, harus dipelajari dan dikaji betul berapa biaya yang akan dikeluarkan, biayanya dari mana,

menguntungkan untuk siapa, berapa jumlah lapangan kerja yang akan bertambah,

untuk siapa lapangan kerja yang tercipta ini, seberapa prioritas serta urgensinya dan apakah ini sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Saya bukan dalam posisi saya menolak, tapi saya ingin segala biaya serta keuntungan dan kerugiannya harus diperhitungkan matang-matang.

Saya ingin pemindahan Ibu Kota ini tentunya tidak menambah hutang negara,

dan saya ingin kebijakan ini telah melibatkan seluruh pihak, bukan hanya eksekutif saja.

Sebagai mitra yang kritis dan konstruktif saya ingin memastikan segala keputusan dan kebijakan yang pemerintah keluarkan berpihak kepada seluruh rakyatnya, bukan hanya untuk segelintir orang.

Dan juga, jika sampai pemindahan Ibu Kota ini terjadi, saya akan pastikan pemerataan ekonomi betul-betul terjadi, bukan sekedar wacana,” tulis Sandiaga Uno.

View this post on Instagram

Seberapa urgensi pemindahan Ibu Kota? Dalam memindahkan Ibu Kota, harus dipelajari dan dikaji betul berapa biaya yang akan dikeluarkan, biayanya dari mana, menguntungkan untuk siapa, berapa jumlah lapangan kerja yang akan bertambah, untuk siapa lapangan kerja yang tercipta ini, seberapa prioritas serta urgensinya dan apakah ini sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Saya bukan dalam posisi saya menolak, tapi saya ingin segala biaya serta keuntungan dan kerugiannya harus diperhitungkan matang-matang. Saya ingin pemindahan Ibu Kota ini tentunya tidak menambah hutang negara, dan saya ingin kebijakan ini telah melibatkan seluruh pihak, bukan hanya eksekutif saja. Sebagai mitra yang kritis dan konstruktif saya ingin memastikan segala keputusan dan kebijakan yang pemerintah keluarkan berpihak kepada seluruh rakyatnya, bukan hanya untuk segelintir orang. Dan juga, jika sampai pemindahan Ibu Kota ini terjadi, saya akan pastikan pemerataan ekonomi betul-betul terjadi, bukan sekedar wacana.

A post shared by Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) on

 

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah mengumumkan ibu kota baru berada di Kalimantan.

Jokowi menyatakan bahwa keputusan tersebut dilakukan berdasarkan kajian intensif pemerintah.

Sebelum mengumumkan lokasi ibu kota baru pada Senin (26/8/2019) siang, Jokowi mengungkap tiga alasan mendasar untuk menentukan wilayah ibu kota baru.

Tiga alasan tersebut adalah masalah infrastruktur, fasilitas pendukung, dan lokasi yang terpisah dari pusat ekonomi dan bisnis.

Sementara, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan, warga Kalimantan Timur menyambut baik rencana Presiden Jokowi memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Kawasan Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dilihat dari udara.
Kawasan Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dilihat dari udara. (HO/Tribunnews.com)

Di sisi lain, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud mengaku kaget dan terharu daerahnya menjadi lokasi baru ibu kota.

Gafur mengatakan, Kaltim siap menjadi ibu kota baru karena memiliki pelabuhan dan bandara internasional.

 

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here