Singgung Jokowi sambil Gebrak Meja di ILC, Fahri Hamzah: Enggak Usah Bikin Masalah yang Tak Perlu

699

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sempat menggebrak meja saat membahas harapan rakyat kepada pemerintahan Presiden Jokowi.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut dilakukan oleh Fahri Hamzah dalam tayangan yang diunggah kanal YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (30/7/2019).

Fahri Hamzah menyebut Jokowi seharusnya tidak membuat masalah yang tak perlu, dan fokus untuk membangun negara, memenuhi harapan rakyat.

Mengingat baru-baru ini yang kerap menjadi pembahasan adalah hubungan antara partai politik, politisi, serta pemerintah, yang mana dianggap tidak berdampak langsung pada rakyat.

Fahri Hamzah menyebut pembahasan pertemuan antara politisi menjadi tanda tanya besar bagi orang-orang di kampungnya di Sumbawa.

Fahri Hamzah mengaku ditanya orang-orang kampungnya, terkait manfaat yang diperoleh rakyat dari pertemuan antara politisi.

“Saya terus terang baru pulang dari kampung Bang Karni, melihat tvOne ini juga kan relatif agak banyak mengambil isu tentang pertemuan orang-orang.”

“Orang kampung tuh tanya, begini ‘Pak Fahri, itu elite-elite di Jakarta ini sudah sebulan ini kiri kanan-kiri kanan, manfaatnya buat kami ini apa ya?’,” cerita Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah pun menggebrak meja saat menegaskan apa sebenarnya yang diharapkan rakyat kepada pemerintahan Jokowi.

“Terlalu lama ini, jadi orang tuh ingin, ” ujar Fahri Hamzah sambil menggebrak meja.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam Indonesia Lawyer Club
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam Indonesia Lawyer Club (YouTube Indonesia Lawyers Club)

Fahri Hamzah menyorot tokoh-tokoh yang disinyalir akan turut berperan dalam pemerintahan namun hanya menjadi desas-desus belaka dan tak kunjung direalisasikan.

“Pemerintah sudah dapat mandat baru, tapi memang orangnya belum dilantik, tapi orangnya sudah ada di situ, segera dibikin,” kata Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah berharap Jokowi bisa lekas bertindak untuk merombak pemerintahan demi menciptakan kehidupan bernegara yang baru dan jah lebih baik.

“Lancarkan sesuatu yang menyebabkan masyarakat melihat ini ada kehidupan baru, hidup kita tambah semangat, hukum kita tambah beres, sungai kita bersih, laut kita bersih, ikan kita tambah banyak, kita bisa ekspor, itu yang ditunggu orang,” ujar Fahri Hamzah dengan berapi-api.

Fahri Hamzah menyayangkan setiap hari yang dibahas hanya permasalah yang sama, apalagi tema tayangan ILC saat itu tentang 212 yang dianggap tak ada dampaknya bagi rakyat.

Jokowi pun diminta Fahri Hamzah agar tidak membuat masalah yang sebenarnya tidak perlu ada dan tak berdampak bagi rakyat.

“Tapi saban hari kita masih begini saja.”

“Saya kira, membuka diskusi tentang 212 menurut saya sekadar untuk mengingatkan, wahai Pak Jokowi, lima tahun yang akan datang, enggak perlu bikin masalah yang tidak perlu ada,” pesan Fahri Hamzah.

“Kalau mau ringankan beban Anda dengan konflik-konflik yang enggak perlu ada,” imbuhnya.

Fahri Hamzah juga berharap Jokowi bisa segera bertindak tegas untuk pemerintahan, bukan fokus pada konflik yang tidak penting.

“Kumpulkan anak bangsa, persatukan kita semua, kita tinggalkan ini konflik-konflik kayak begini yang memang tidak ada, kita bereskan masalah ke depan, begitu caranya,” pungkasnya.

Berikut video lengkapnya (mulai menit ke-16.35):

 

Abu Janda Peringatkan Pendukung PA 212

Dalam acara yang sama, Pegiat Media Sosial, Permadi Arya atau Abu Janda memberi pesan pada para pendukung Presidium Alumni (PA) 212.

Abu Janda memberi pesan pada para pendukung PA 212 terkait pertemuan Gondangdia dan Teuku Umar.

Gondangdia disebut sebagai istilah untuk menunjukkan pertemua antara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Sedangkan, Teuku Umur disebut sebagai istilah untuk menunjukkan pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Abu Janda meminta agar pendukung PA 212 cepat sadar bahwa politik itu dinamis atau berubah-ubah.

“Tolonglah jangan telmi gitu loh, jangan suka telat mikir, jangan suka telat mikir, telat sadar bahwa politik itu dinamis,” Abu Janda.

Pasalnya, hubungan antara elite-elite politik itu biasa saja.

Mereka bisa berpindah-pindah kubu sesuai dengan kepentingannya masing-masing.

“Jadi petinggi-petinggi partai di elite-elite di atas sana, hubungannya selalu cair, selalu baik karena di politik itu tidak ada kawan yang abadi, tidak ada teman yang abadi, yang ada kepentingan yang abadi,” ungkap Abu Janda.

Mbok ya hidup itu jangan terlalu, hidup itu jangan terlalu naif, jangan terlalu lugu gitu loh,” imbuhnya.

Selain mengungkapkan pesannya pada para pendukung, Abu Janda turut menyampaikan pesan pada elite-elite politik yang hadir dalam acara ILC.

“Ini buat pelajaran bagi para elite. Halo Fahri Hamzah, pelajaran buat para elite juga kita kilas balik sedikit.”

“Ketika para elite menggunakan narasi-narasi anti Islam, kriminalisasi ulama, mereka itu seenaknya melempar wacana seperti itu,mereka tetap cair di atas.”

Penggiat Sosial Media, Permadi Arya atau Abu Janda mengungkap momen pertemuannya dengan Mantan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno.
Penggiat Sosial Media, Permadi Arya atau Abu Janda mengungkap momen pertemuannya dengan Mantan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno. (Capture Youtube Indonesia Lawyers Club)

Abu Janda memperingatkan agar para elite politik bisa menggunakan narasi yang tepat agar tak terjadi perseteruan di kalangan bawah.

“Tapi di bawah di akar rumput Bang Karni kemarin ini, ini sudah mereka gontok-gontokan, siap menumpahkan darah,” ucap Abu Janda menggebu-gebu.

“Makanya banyak netizen 212 begitu kecewa begitu marah Pak Prabowo menemui Pak Jokowi.”

“Ini akibat narasi-narasi anti Islam, kriminalisasi ulama ini,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Abu Janda mengungkapkan rasa simpatinya dengan PA 212.

Dirinya menilai, PA 212 sering dirugikan oleh beberapa pihak.

Menurut pengamatannya sebagai netizen atau warganet, Abu Janda menilai PA 212 merupakan pihak-pihak yang sering dikecewakan oleh elite-elite politik.

“Jadi kalau kita cek jejak digitalnya, Bang Karni, alumni 212 ini tidak ada yang lebih sering nangis dikecewakan lebih dari Alumni 212. Nangis dikecewakan oleh elite-elite politik yang mereka dukung sendiri,” kata Abu Janda.

Bahkan, Abu Janda tak segan menganalogikan PA 212 sering dijadikan ‘keset’ (alas untuk membersihkan kaki) oleh elite-elite politik.

“Mereka ini sering dijadikan keset Bang Karni, tahu kan keset yang sering diinjak-injak itu,” ungkap Abu Janda.

Mendengar ucapan itu, pembawa acara Karni Ilyas lantas memotong bicara Abu Janda.

Karni Ilyas membantah bahwa PA 212 merasa sedih.

“Tapi biasa-biasa saja enggak nangis,” ungkap Karni Ilyas.

Sementara itu, tokoh-tokoh PA 212 justru tertawa mendengar perkataan Abu Janda.

Pada acara tersebut, PA 212 Haikal Hassan dan Mularman turut datang ke acara ILC.

Tak mau disangkal, Abu Janda mengatakan, dirinya merasa PA 212 dirugikan lantaran melihat panasnya perdebatan di media sosial.

“Ini mungkin enggak nyampe ke atas, tapi saya kan yang menyaksikan panasnya candradimuka di medsos itu, jadi saya enggak tahu netizen 212 enggak sampai ke petingginya,” lanjut Abu Janda.

“Jadi Bang Karni balik lagi, alumni 212 yang memang paling sering nangis dikecewakan oleh elite pendukung mereka sendiri,” ungkapnya.

Kemudian, Abu Janda melanjutkan contoh-contoh kecewanya PA 212 pada elite politik.

“Dari zaman Pilkada, sudah demo berjilid-jilid, sudah panas-panasan, begitu Anies Baswedan jadi Gubernur, kecewa ini jejak digitalnya ada,”

“212 bikin reuni 414, lalu Pak Anies enggak dateng, alumni 212 bilang Pak Anies seperti kacang lupa kulit.”

“Puncaknya Bang Karni, Pak Anies dibilang mengkhianati ulama lantaran tak mau membantu kepulangan Habib Rizieq,” papar Abu Janda.

Lihat Videonya mulai menit ke-09:

 

(TribunWow.com/Ifa Nabila/Mariah Gipty)

tribunnews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − 14 =