Sindir Pedas Ngabalin soal Sampah Demokrasi yang Mendesak Jokowi Mundur, Refly Harun: Komunikasi Istana Buruk

269
Refly Harun, Ali Mochtar Ngabalin

Pernyataan-pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin baru-baru membuat komunikasi istana agak buruk. Hal tersebut disampaikan Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun.

“Saya heran juga ya, Ngabalin seringkali bereaksi sangat-sangat negatif. Justru membuat komunikasi istana agak buruk,” ungkapnya di Channel YouTube Refly Harun, Minggu 11 Juli 2021.

Lebih lanjut, Refly Harun jadi teringat dengan perangai Ngabalin yang kerap melontarkan pernyataan atau sikap negatif dalam menanggapi kritik.

“Pernah juga (Ngabalin) mengatakan agar Refly ditangkap, padahal konteksnya adalah pada waktu itu interview, yang itupun materinya diperdebatkan disitu,” ungkap Refly Harun.

Refly Harun mempertanyakan polemik kata Sampah Demokrasi dalam cuitannya yang mengunggah video Najwa Shihab sedang berdebat dengan Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Ngabalin sadar nggak itu video editan. Saya pikir itu, nggak sadar itu,” ujar Refly Harun.

Bahkan, Refly Harun mengaku saat pertamakali menonton potongan video Luhut Binsar Pandjaitan memarahi Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa.

“Tapi ternyata konteksnya berbeda itu adalah potongan-potongan, tapi Najwa lebih baik daripada saya ya, karena kelihatan itu (video) dipotong-potong, lalu dijadikan satu tayangan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Ali Mochtar Ngabalin murka dengan adanya kritik dan wacana agar Presiden Jokowi mundur terus digulirkan pihak-pihak tertentu.

Sehingga ia mencuit di akun twitternya dengan sebutan sampah demokrasi.

“Sampah2 Demokrasi minta JOKOWI MUNDUR. byk yg sakit krn selain tdk ikhlas jg krn lukanya SANGAT DALAM. hasad=dengki adlh perilaku yg mrusak amal&memperpendek usia,” ungkap Ngabalin.

Pernyataannya itu disampaikan sambil memposting potongan video perdebatan Menteri Kordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dengan jurnalis senior Najwa Shihab.

Ngabalin dalam keterangan unggahannya itu juga menyebut agar berhati-hati kepada orang-orang yang kerap mendesak Presiden Jokowi mundur lewat pantun yang ditulisnya.

“hati hati jalanya licin, kalau terjatuh patah tangan, barang siapa selalu ngibulin, serbet ngabalin akan turun tangan,” kata Ngabalin.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Operanews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here