Sindir Buya Syafi’i soal Buzzer Pemerintah, Rocky Gerung: Buzzer Itu Bertentangan dengan Pancasila

246
Rocky Gerung

Pengamat Politik Rocky Gerung menilai keberadaan buzzer pemerintah saat ini sangat bertentangan dengan Pancasila karena hanya membuat gaduh.

“Seharusnya Buya Syafi’i Ma’arif undang para buzzer dan jelaskan bahwa buzzer itu bertentangan dengan Pancasila,” ungkapnya dalam channel YouTube Rocky Gerung official, Kamis 29 Juli 2021.

Pernyataan Rocky Gerung itu menyindir Ketua Umum PP Muhammadiyah 1998-2005 Ahmad Syafi’i Ma’arif yang kini menjabat Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Menurut Rocky Gerung masukan Buya Syafi’i Ma’arif yang meminta pemerintah untuk tidak menggunakan buzzer itu sangat realistis karena bertolak belakangan dengan tugas anggota BPIP.

“(Buzzer bertentangan dengan Pancasila), karena tidak mengasilkan persatuan Indonesia, tidak mengandung keadilan sosial, tidak berkemanusiaan yang adil dan beradab, saya kira itu, Buya Syafi’i,” ungkap Rocky Gerung.

Rocky Gerung menambahkan jika para buzzer pemerintah yang saat ini bikin gaduh khawatir tidak dipakai lagi, bisa ditempatkan sebagai komisarai di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di pelosok Indonesia.

 

“Masih ada kebutuhan (pemerintah kepada buzzer), mungkin semacam konsorsium BUMN gorong-gorong, semuanya (buzzer) dimasukin kesitu karena sesuai dengan habitatnya,” ungkap Rocky Gerung.

Sebelumnya, Syafi’i Ma’arif ingatkan pemerintah agar tidak menggunakan buzzer untuk menyikapi lawan politiknya.

Syafi’i Ma’arif menyarankan pemerintah dan oposisi sebaiknya mebangun budaya politik yang lebih arif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dalam situasi yang sangat berat ini antara pemerintah dan pihak sebelah semestinya mampu membangun budaya politik yang lebih arif, saling berbagi, sekalipun sikap kritikal tetap dipelihara. Tidak perlu main “Buzzer-buzzeran” yang bisa menambah panasnya situasi,” kata Buya Syafi’i Ma’arif kepada wartawan beberapa waktu lalu.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here