Siapa Sebenarnya Hersubeno Arief? Sosok yang Berani ‘Sentuh’ Megawati, Kini Dilapor PDI Perjuangan

576
Hersubeno Arief

Siapa sebenarnya sosok Hersubeno Arief? YouTuber yang berani ‘sentuh’ Megawati Soekarnoputri.

Kini Hersubeno Arief harus berurusan dengan Polda Metro Jaya setelah dilaporkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta.

Hersubeno Ariefng dilaporkan terkait hoaks Megawati Soekarnoputri koma di rumah sakit.

DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta melaporkan Hersubeno Arief, pemilik channel YouTube Hersubeno Point ke Polda Metro Jaya pada Rabu (15/9/2021).

Hersubeno dilaporkan karena channel YouTube Hersubeno Point menayangkan kabar hoaks Megawati sakit dengan menyebut kabar itu 1.000 persen valid.

“Hari ini kami resmi melaporkan saudara Beno Arif dan kawan-kawan ke Polda Metro Jaya atas video di media sosial.

Dalam video itu dinarasikan berita bohong yang menyampaikan Ibu Megawati mengalami sakit atau koma yang dikatakan informasi itu valid 1.000 persen.”

“Oleh sebab itu kami hari ini melaporkan agar kepolisian bisa melaksanakan dan bekerja profesional,” kata Ronny Talapessy, Wakil Ketua DPD DPI Perjuangan DKI Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Ronny Talapessy dan BBHAR PDIP DKI Jakarta, Herdian Saksono melaporkan akun YouTube Hersubeno Arief terkait konten hoaks yang menyebut Megawati sakit di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/9/2021)
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Ronny Talapessy dan BBHAR PDIP DKI Jakarta, Herdian Saksono melaporkan akun YouTube Hersubeno Arief terkait konten hoaks yang menyebut Megawati sakit di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/9/2021) (Fandi Permana/Tribunnews.com)

Ronny mengatakan laporan itu dilayangkan karena isu tersebut sangat provokatif dan berbahaya serta merugikan partai berlogo banteng itu.

Tak hanya di DKI, sebanyak lima DPD PDIP juga resmi melaporkan konten itu ke kepolisian.

“Kami sebagai partai melaksanakan tugas dan fungsi saya sebagai wakil ketua DPD PDIP bidang hukum saya laksanakan tugas saya.

Lima DPD PDIP turut melaporkan kasus yang sama ke kepolisian daerah masing-masing,” tambahnya.

Laporan konten hoaks itu sendiri dilakukan oleh Herdian Saksono dari BBHAR PDIP DKI Jakarta selaku pelapor.

Terdapat bukti-bukti yang dilampirkan mulai dari tangkapan layar sebuah protal berita dan flashdisk berisi rekaman video Hersubeno yang viral di akun YouTube-nya.

“Kami juga melampirkan bukti berupa flashdisk, tangkapan layar berita yang memuat pernyataan terlapor,” jelas Herdian.

Laporan DPD DKI Jakarta diterima oleh Setra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

Sementara laporan tersebut teregister dengan nomor surat LP/B/4565/IX/SPKT/Polda Metro Jaya.

Sosok Hersubeno Arief

Tidak banyak catatan tentang Hersubeno Arief yang bisa didapat di laman pencarian.

Di akun Instagramnya, Hersubeno Point, di bio-nya tertulis profesinya sebagai penulis, pembuat konten, dan konsultan politik.

Sejumlah artikel menyebut ia sebagai wartawan senior.

Namun, tidak ditemukan riwayat pekerjaanya sebagai wartawan.

Tidak banyak juga informasi perihal data pribadinya.

Rocky Gerung (kiri), dan Hersubeno Arief (kanan)
Rocky Gerung (kiri), dan Hersubeno Arief (kanan) (YouTube Rocky Gerung Official)

Selain aktif di YouTuber, Hersubeno diketahui menulis sejumlah artikel di sebuah media online.

Sejumlah tulisannya bernada kritik ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Di antaranya, ia bahkan pernah menulis artikel dengan judul: Lima Alasan Mengapa Jokowi Sudah Pasti Kalah.

Tulisan itu tayang pada April 2019.

Pernah Menjadi Saksi dalam Kasus Said Didu vs Luhut Binsar Pandjaitan

Hersubeno Arief juga pernah dipanggil oleh Bareskrim Polri.

Pemanggilan itu dalam kapasitas sebagai saksi dalam kasus yang menyeret mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.

Said Didu dilaporkan Luhut Binsar Pandjaitan dengan dugaan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan/atau menyebarkan berita bohong yang dapat menyebabkan keonaran di masyarakat.

Asal mula tuntutan ini terjadi dari kanal YouTube Muhammad Said Didu.

Dalam video tersebut, Said diwawancarai oleh Hersubeno Arief.

“HA berperan sebagai pewawancara dan yang merekam wawancara bersama SD,” kata kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui telekonferensi, Senin (18/5/2020), dikutip dari Kompas.com.

Diketahui, video yang tayang pada 28 Maret 2020 tersebut diberi judul “MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG”

Sumber Berita / Artikel Asli : tribunnews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here