Setelah TNI AU Beredar Video Polisi Pukul Warga Nabire, Kapolres Minta Maaf

443

NABIRE – Usai video oknum 2 anggota TNI AU injak kepala warga Merauke, beredar video oknum anggota polisi pukul warga Nabier, Papua.

Peristiwa itu terjadi pada saat proses pemungutan suara ulang (PSU) di Nabire. Video itu juga viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, usai kejadian, Kapolres Nabire AKBP Kariawan Barus langsung mengambil tindakan.

“Benar, kapolres sudah bertemu dengan pihak-pihak dalam kasus itu,” ujar Kamal dikonfirmasi, Kamis (29/7/2021).

Berdasarkan siaran pers, Kapolres Nabire AKBP Kariawan Barus sudah meminta maaf kepada korban atas perbuatan yang dilakukan oleh anggotanya itu.

 

Kariawan juga memastikan pihaknya akan melakukan koreksi dan evaluasi atas kejadian tersebut.

Tidak hanya itu, Kariawan juga langsung menyampaikan permintaan maaf.

“Kami tetap koreksi diri atas tindakan anggota kami yang tidak menyenangkan. Oleh sebab itu, saya minta maaf,” ucap Kariawan.

Kendati demikian, Kariawan membantah informasi yang menyebut bahwa ada penyiksaan yang dialami korban bernama Nicolas Mote (29).

“Korban sendiri mengakui bahwa beliau tidak mengalami benturan atau luka apa pun,” jelas Kariawan dikutip dari JPNN.

Ia bahkan menyaksikan langsung proses perdamaian antara korban dan salah satu anak buahnya itu di Mapolres Nabire.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat tidak terprovokasi dan bisa menahan diri.

Juga, agar selalu menyaring setiap informasi yang didapat serta tidak asal bertindak.

“Mari jaga tahapan pleno di tingkat TPS, pleno di tingkat distrik, dan terakhir pleno di Kabupaten,” pungkas Kariawan.

Panglima Marah

Untuk diketahui, sebelumnya beredar video 2 oknum anggota TNI AU menginjak kepala warga Merauke.

Atas kejadian itu, Danlanud JA Dimara Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo menyampaikan permintaan maaf.

Kedua oknum anggota TNI AU itu juga langsung menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku di TNI.

Terbaru Panglima TNI Masekal Hadi Tjahjanto bahkan memerintahakn Danlanud JA Dimara dan Dansatpom Lanud setempat dicopot.

“Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militernya-nya,” kata Hadi, Rabu (28/7).

Hadi juga meminta agar kedua pejabat TNI AU di Merauke itu segera diganti dengan upacara serah terima jabatan sesegera mungkin.

Menurut Hadi, mereka para komandan tersebut tidak bisa membina anggotanya hingga tega memperlakukan seorang disabilitas dengan hal tak terpuji.

“Itu yang membuat saya marah. Saya minta malam ini langsung serah-terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan (pencopotan) itu,” tekan Hadi. (ruh/pojoksatu)

Sumber Berita / Artikel Asli : Pojoksatu

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here