Sentil Jokowi Terkait Pesawat Kepresidenan, Rachlan Nashidik: Cat Lebih Mendesak Dari Nyawa Rakyat

214
Rachland Nashidik

Kontroversi pengecatan ulang pesawat kepresidenan Republik Indonesia (RI) masih terus dibicarakan publik.

Politikus Partai Demokrat Rachlan Nashidik pun diketahui turut menyoroti masalah terkait pengecatan ulang pesawat tersebut.

Rachlan Nashidik bahkan tak segan-segan menganggap Presiden Joko Widodo (jokowi) lebih memilih mengecat ulang pesawat ketimbang menyelamatkan nyawa rakyat.

Polemik yang muncul di tengah pandemi Covid-19 ini pun menjadi perhatian lantaran pemerintah dinilai masih lebih membutuhkan anggaran untuk kesehatan dibanding mengecat pesawat.

Kemudian pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) pun turut disorot karena masih ada yang belum mendapatkan insentif hingga sekarang.

Tak hanya itu, yang menjadi masalah lainnya adalah warna pada pesawat yang dianggap sebagai warna sebuah golongan.

Diketahui, pesawat kepresidenan asalnya berwarna biru kemudian akan dicat ulang dengan warna merah dan putih.

Lalu, pernyataan Presiden Jokowi beberapa tahun lalu pun turut disorot oleh orang-orang yang menolak wacana pengecatan ulang pesawat.

Diketahui, Jokowi pernah diwawancara terkait pembelian pesawat kepresidenan oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI.

Dalam wawancara tersebut, Jokowi menolak pembelian pesawat seharga rp840 miliar tersebut.

Jokowi mengatakan bahwa dana tersebut bisa dijadikan untuk menutupi kebutuhan dasar Indonesia.

“Masih banyak kebutuhan yang mendasar. Salah satu kebutuhan mendasar negara kita adalah pendidikan dan kesehatan. Itu yang harus dipenuhi,” ucap Jokowi dalam pernyataannya.

Namun kini, nyatanya pesawat tersebut akan dicat ulang di tengah situasi pandemi Covid-19 yang banyak menelan korban.

Politikus Partai Demokrat Rachlan Nashidik pun akhirnya mengomentari sikap dari Presiden Jokowi.

Melalui akun media sosial Twitter miliknya, @RachlanNashidik pada Kamis 4 Agustus 2021 ia mengomentari polemik tersebut.

Politikus Partai Demokrat itu mengatakan bahwa dulu Jokowi menolak pesawat kepresidenan karena dananya bisa dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan.

Namun kini, Jokowi malah memakai dana negara untuk mebgubah warna pesawat yang sebelumnya ia tolak di tengah darurat kesehatan yang melanda Indonesia.

“Dulu Jokowi menolak pesawat kepresidenan yang dibeli SBY. Katanya, ‘pendidikan dan kesehatan’ lebih perlu perhatian,” kata Rachlan Nashidik dikutip Galamedia.

“Kini, saat Indonesia darurat kesehatan, Jokowi memakai duit negara untuk mengubah cat pesawat yang ditolaknya.” paparnya.

Rachlan Nashidik pun secara terang-terangan mengatakan bahwa seolah Presiden Jokowi menganggap warna cat lebih mendesak daripada nyawa rakyat.

“Seolah warna cat lebih mendesak dari nyawa rakyat.” imbuhnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here