Selesaikan Masalah Papua dengan Cara Persuasif, tapi Jangan Langgar HAM!

159

JAKARTA – Penanganan masalah Papua harus dengan langkah konkret yang sistematis dan serius. Termasuk dengan cara-cara persuasif.

Namun perlu diperhatikan, langkah itu tetap dilakukan dengan kehati-hatian. Jangan sampai berpotensi menimbulkan masalah baru. Terutama soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM)

Demikian pernyataan Pakar Hukum Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad, seperti dikutip Pojoksatu.id dari Kantor Berita Politik RMOL

“Artinya tindakan secara persuasif itu harus betul-betul memperhatikan ketentuan yang berlaku dan tidak mengabaikan nilai HAM,” kata Suparji di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (31/8).

Suparji melanjutkan, kalau terjadi pengabaian terhadap HAM maka akan menjadi isu yang meluas dan menambah kompleks persoalan.

“Semua pihak, apalagi mereka yang ada di lingkaran kekuasaan jangan memproduksi narasi-narasi negatif. Justru seharusnya menyatakan narasi solutif dan produktif untuk masalah papua,” jelasnya.

Menurut Suparji, pengibaran Bendera Bintang Kejora yang terjadi kemarin harus dilihat dulu konteksnya apa. “Kalau membawa-bawa kemerdekaan itu tentu tidak bisa dibiarkan,” imbuhnya.

Suparji mewanti-wanti agar masalah ini tidak dianggap sebagai hal biasa hingga menjadi berkelanjutan. Karena itu telah mengabaikan lambang negara Indonesia yaitu Bendera Merah Putih.

“Baik presiden, pemerintah, dan penegak hukum harus menyelesaikan ini secepatnya,” pungkas Suparji.

(fat/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here