Sel Irjen Napoleon Tak Digembok, Polri Akui Pelaku Disegani Petugas Tahanan

339
Muhammad Kece dan Irjen Napoleon Bonaparte. Repro

JAKARTA- Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, hingga saat ini Irjen Napoleon Bonaparte masih tercatat sebagai anggota Pori aktif.

Dengan demikian, terpidana kasus suap Djoko Tjandra ini tentunya tetap akan disegani oleh petugas tahanan yang di mana pangkat mereka di bawah Irjen Napoleon.

“Ya kita ketahui bersama yang jaga tahanana itu kan pangkatnya bintara. Sementara pelaku ini pangkatnya perwira tinggi Polri,” kata Brigjen Pol Andi kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Brigjen Andi juga akui dengan status Napoleon masih sebagai anggota aktif Polri, tentunya anggota yang bertugas di rutan akan menuruti kemauan Napoleon, termasuk tak menggembok sel terpidana Napoleon.

“Dengan dia meminta supata tidak usah menggunakan gembok standar (sel Napoleon) pasti akan dituruti oleh petugas jaga,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan profesional dalam menangani kasus penganiayaan yang dilakulan Napoleon.

“Tentu proses ini juga sedang di dalami teman-teman Propam untuk lihat apakah terjadi pelanggaran etika atau disiplin terkait dengan proses jaga tahanan,” ujarnya.

Kabar Muhammad Kece dianiaya sesama tahanan di Rutan Bareskrim Polri dibenarkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.

Menurut Rusdi, dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece sudah dilaporkan oleh pihak Muhammad Kece. Laporan itu sudah teregistrasi dengan LP nomor 0510/VIII/2021/Bareskrim atas nama pelapor Muhammad Kosman.

“Kasus penganiayaan Muhammad Kece sudah dilaporkan, dia melaporkan bahwa dirinya mendapat penganiayaan sesama tahanan, ” kata Rusdi.

Irjen Napoleon Bonaparte diduga tak sendirian. Jenderal bintang dua itu diduga dibantu oleh tahanan lain yang kesal dengan ulah Muhammad Kece hina Nabi Muhammad dan agama Islam.

Muhammad Kece dipukul hingga lebam. Bahkan tubuh dan wajah Kece dilumuri kotoran manusia.

Seperti diketahui, Youtuber Muhammad Kece melalui kanal youtuber menyebut Muhammad bin Abdullah dikelilingi setan dan pendusta. Dia juga dinilai melontarkan pernyataan mengandung unsur penistaan agama.

Pernyataan Muhammad Kece juga direspon oleh Kementerian Agama yang menilai apa yang disampaikan adalah penistaan agama, dan dapat mengganggu kerukunan antar umat beragama.

Karena itu sejumlah tokoh agama dan ulama di Indonesia mendesak polisi untuk menangkap youtuber Muhammad Kece.

Tak butuh waktu lama, Muhammad Kece yang sempat membuat heboh dunia maya akhirnya ditangkap oleh penyidik Bareskrim Polri di Bali pada Selasa (24/8/2021) malam.

Muhammad Kece kini sudah resmi ditahan di rutan Bareskrim Polri.

Atas ulahnya yang bersangkutan dikenakan pasal berlapis yakni Undang-Undang ITE Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45a ayat 2 dan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Pidana tentang Penodaan Agama dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.

Sumber Berita / Artikel Asli : (fir/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here