Sehari Jadi Menteri Agama Gantikan Gus Yaqut, Santri di Probolinggo Minta Jam Pelajaran Agama Ditambah

540

Di momen peringatan hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2021, Santri asal Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo Afi Ahmad Ridlo pemenang sayembara sehari jadi Menteri itu memberikan arahannya.

Saat memimpin Rapat Pimpinan Kemenag, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis, 21 Oktober 2021. Afi menyampaikan bahwa dalam kondisi saat ini, Indonesia dihadapkan dengan berbagai permasalahan lemahnya moralitas generasi muda.

Apalagi munculnya fenomena kerusakan moral yang terus terjadi, pendidikan agama selalu menjadi sorotan.

Namun, menurutnya ironi apabila menilik kurikulum pendidikan di sekolah umum, pelajaran agama hanya diberikan dua jam pelajaran dalam seminggu.

Untuk itu, Afi menuturkan bahwa Kementerian Agama perlu memikirkan solusi perbaikan pendidikan agama. Salah satunya dengan menambah jam mata pelajaran agama.

“Hal semacam ini kan semestinya menjadi perhatian kita bersama. Bisa melakukan perbaikan apabila pendidikan agama hanya diberikan dua jam dalam seminggu,” tutur Afi di hadapan pejabat eselon I Kemenag.

“Kita harus segera bergerak untuk melakukan perbaikan. Secara kuantitatif, kita perlu melakukan penambahan jam mata pelajaran agama di sekolah,” kata Afi.

Siswa kelas 12 Madrasah Aliyah Nurul Jadid ini terlihat bersemangat dan tak gentar memaparkan gagasannya. Afi didaulat memimpin rapat pimpinan Kemenag usai Menag Yaqut Cholil Qoumas ‘menyerahkan’ jabatan kepadanya.

Afi yang merupakan pemenang Sayembara Sehari Menjadi Menteri yang diselenggarakan Kemenag dalam rangka Hari Santri 2021 itu tak menyia-nyiakan kesempatan.

Lebih lanjut, Afi pun memanfaatkan momen ini untuk mengeluarkan seluruh gagasannya untuk pengembangan kehidupan umat beragama. Salah satunya, terkait pendidikan àgama, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Kemenag.

“Selain kuantitatif, kita juga perlu melakukan perbaikan dari sisi kualitatif,” ujar remaja kelahiran Lumajang ini.

Demikian pula, Afi mengatakan pendekatan kualitatif yang dimaksud antara lain adalah perbaikan kualitas pendidik.

“Pendidikan dari seluruh agama seharusnya bisa memberikan transfer of value bagi peserta didik. Artinya, yang bisa kita lakukan adalah pendekatan kualitatif,” tutur Afi yang mahir bercakap dalam bahasa Inggris dan Arab ini.

“Kita berikan pelatihan bagi guru-guru. Kita upgrade skillnya. Karena salah satu kunci perbaikan pendidikan adalah kualitas tenaga pengajar,” ujar Afi.

Sebelumnya, Menag Yaqut menyampaikan bahwa hari ini ia bermaksud ‘menyerahkan’ jabatan Menteri Agama kepada Afi Ahmad Ridlo. Penyerahan jabatan ini terkait program Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri yang menjadi rangkaian Peringatan Hari Santri 2021.

Hal itu ditandai dengan penyematan pin Menteri Agama dari Yaqut Cholil Qoumas kepada Afi Ahmad Ridho, disaksikan pejabat eselon I Kemenag.

“Saya meminta seluruh jajaran pejabat eselon I dan ASN Kementerian Agama dapat membantu Afi yang akan menggantikan saya hari ini,” ujar Gus Yaqut usai menyematkan pin Menteri Agama kepada Afi Ahmad Ridlo.

“Untuk Afi, hari ini saya ‘serahkan’ Kementerian Agama, seluruh yang ada di sini, ruangan Menteri Agama, silakan dipergunakan. Manfaatkan kesempatan di sini untuk memberikan kontribusi untuk umat. Laksanakan, dan amankan!,” kata Gus Yaqut.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here