Sebutan ‘Kadrun’ dan ‘Cebong’ Masuk Ujaran yang Cenderung Fitnah?

649
Ade Armando

Istilah “kadal gurun atau kadrun” dan “cebong” disebut masuk kategori ujaran yang cenderung pada fitnah (hoax).

Informasi ini diperoleh Terkini.id dari unggahan Pakar Media Sosial, Ismail Fahmi di Twitter pribadinya pada Senin, 2 Agustus 2021.

Adapun Ismail menyinggung istilah “kadrun” dan “cebong” sebagai respons terhadap cuitan Pakar Komunikasi, Ade Armando kepadanya.

Dalam cuitannya pada Minggu, 1 Agustus 2021, Ade meminta Ismail untuk tidak terlalu banyak bergaul dengan kadrun.

Menurut Dosen Komunikasi Univwristas Indonesia itu, bergaul dengan kadrun bisa menumpulkan humor dan intelektualitas.

Islmail pun mempertanyakan mengapa Ade Armando mudah sekali menyebut “Kadrun” dan “Cebong”.

Ia membagikan materi diskusi yang katanya disampaikan oleh Profesor Alie Humaedi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Dalam diskusi ‘Lab Forensik Kebahasaan’ Badan Bahasa minggu lalu, Prof Alie Humaedi (LIPI) memasukkan kedua kata itu dalam jenis ujaran yang cenderung fitnah/hate,” kata Ismail.

Ia juga membagikan tangkapan layar power point yang berjudul “Aspek-Aspek Spesifik Kebahasaan”.

“Ujaran yang cenderung fitnah (hoax): kadrun, cebong, kodok, kampret, mukidi, chaplin, permaisuri, dsb,” demikian kalimat yang ditandai Ismail dalam tangkapan layar tersebut.

Lebih lanjut, penemu Drone Emprit itu mengatakan bahwa menarik untuk menghitung kata mana yang paling sering diucapkan di media sosial.

Ia bahkan menyarakan judul kajian yang bisa digarap mahasiswa, yaitu “Forensik Kebahasaan atas Penggunaan Kata Pemecah Belah Bangsa: Kadrun vs Cebong”.

Ia menjelaskan bahwa kajian itu bisa membahas bagaimana tren, volume, dan cluster penggunaan kedua kata tersebut dalam percakapan di media sosial di Indonesia.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here