Sebut Profesor Singapura yang Puji Jokowi Digaji Istana, RG: Semacam Lembaga Survei untuk Promosikan Presiden

577
Rocky Gerung

Belum lama ini pengamat politik, Rocky Gerung (RG) turut buka suara perihal pujian yang diberikan Profesor Kishore Mahbubani pada Presiden Jokowi.

Dalam pujiannya, profesor asal Singapura tersebut menyebut Jokowi jenius lantaran berhasil mengatasi perpecahan.

Menanggapi hal tersebut, Rocky justru mengomentari Kishore yang membandingkan Jokowi dengan Joe Biden.

Menurut Kishore, Joe Biden hingga saat ini belum berhasil mengatasi perpecahan usai Pilpres 2020 AS.

Sementara Jokowi, dinilai Kishore berhasil mengatasi perpecahan Pilpres 2019 karena rivalnya Prabowo Subianto yang menjadi Menteri Pertahanan.

Atas penilaian Khisore tersebut, Rocky menyinggung soal akibat dari bergabungnya Prabowo ke kabinet Jokowi.

Rocky menilai Kishore sama saja menganggap Jokowi jenius, lantaran ingin menghalangi orang untuk mengkritiknya, dengan cara mengajak Prabowo masuk ke pemerintahan.

“Dengan akibat tidak ada lagi orang yang mengontrol Jokowi. Jadi ini profesor menganggap bahwa jenius karena menghalangi orang mengkritik dia,” ujarnya yang dilansir Galamedia dari saluran YouTube Rocky Gerung pada Jumat, 8 Oktober 2021.

Rocky lantas menyebut bahwa profesor yang memuji Jokowi ini seperti lembaga survei yang digaji istana untuk mempromosikan berita baik tentang sang presiden.

Rocky mengungkapkan adanya orang luar  memberitakan hal baik tentang Presiden RI ke-7 itu menandakan bahwa tak ada berita baik mengenai Jokowi di negara sendiri.

“Saya bacanya ini orang digaji sebetulnya, semacam lembaga survei dari luar yang digaji oleh istana untuk promosikan berita baik,” ujarnya.

“Mengapa? Karena tidak ada lagi berita baik dari dalam negeri. Karena itu mesti gaji orang luar negeri untuk memberitahu ada berita baik, yaitu Presiden Jokowi jenius,” sambungnya.

Publik sempat dihebohkan dengan munculnya pujian terhadap Presiden Jokowi dari seorang profesor asal Singapura Kishore Mahbubani yang menilainya sebagai sosok genius.

Hal ini lantaran, Jokowi dianggap bisa mengatasi dengan cepat terkait perpecahan politik usai digelarnya pilpres 2019.

Kishore membandingkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden yang sudah satu tahun menjabat tetapi masih belum bisa mengatasi perpecahan akibat Pilpres 2020 di AS.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

86 − = 76