Sebut Pinangki Diistimewakan Kejaksaan, Denny Siregar: Kayaknya Punya Kartu Truf

402

Pegiat media sosial, Denny Siregar menanggapi berita soal mantan Jaksa, Pinangki Sirna Malarasi yang belum dieksekkusi oleh pihak Kejaksaan ke Lapas.

Denny menduga bahwa Pinangki memiliki kartu truf sehingga diperlakukan istimewa oleh kejaksaan.

“Pinangki ini kayaknya punya kartu truf sehingga di istimewakan sama Kejaksaan,” katanya melalui akun Dennysiregar7 pada Minggu, 1 Agustus 2021.

Host Cokro TV itu pun mengingatkan Kejaksaan RI bahwa masyarakat tak akan bisa percaya mereka bersih jika penanganan kasus Pinangki saja sudah sulit dipercaya.

“Jangan harap sapu kotor bisa membersihkan halaman rumah,” sindir Denny.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Riono Budi Santoso menyampaikan alasan Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum kunjung mengeksekusi Pinangki.

Menurut Riono, beberapa pekan terakhir korps Adhyaksa tengah banyak mengurus perkara lain.

Baca Juga: Mahfud MD Soal Vaksinasi: Kita Perlu Dukungan dan Perantara Alim…

“Pas akhir-akhir ini kebetulan kami juga sedang banyak kerjaan,” katanya pada Sabtu, 31 Juli 2021, dilansir dari Tribun News.

Riono juga berdalih bahwa pihaknya harus menjaga tenaga di masa sekarang karena belum jelas kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Untuk diketahui, Pengadilan Tipikor Jakarta telah memvonis eks Jaksa Pinangki selama 10 tahun penjara.

Lalu, dalam tahap banding, majelis hakim memangkas hukuman Pinangki menjadi 4 tahun penjara pada 14 Juni 2021 lalu.

Sepekan setelahnya, JPU lalu menerima salinan putusan banding terkait pemangkasan hukuman eks Jaksa Pinangki.

Setelah menimbang selama 14 hari, akhirnya JPU memutuskan tak mengajukan kasasi. Artinya, JPU menerima putusan pemangkasan hukuman Pinangki menjadi 4 tahun penjara.

Dengan keputusan ini, maka kasus Pinangki telah terhitung inkrah pada 7 Juli 2021 lalu.

Akan tetapi, muncul kritik sebab Kejaksaan belum juga memindahkan Pinangki ke Lapas.

Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman bahkan mengancam akan melaporkan JPU jika tak segera mengeksekusi Pinangki.

“Saya minta minggu depan untuk dipindah (Ke Lapas). Kalau tidak saya laporkan ke Komjak, Komisi III DPR RI dan juga Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan,” katanya pada Sabtu, 31 7 Juli 2021.

Boyamin juga menolak pembelaan JPU yang bilang belum dieksekusinya Pinangki lantaran masalah administratif.

Ia menilai bahwa  ada perlakuan istimewa yang diberikan Kejaksaan RI  kepada Pinangki.

“Soal JPU mengatakan itu administrasi, loh kalau itu sehari kan selesai. Itu hanya dalih saja sekedar menjawab dan memberikan alasan,” tandasnya.

Kendati demikian, Boyamin mengaku tidak heran jika JPU terkesan lambat untuk memproses ekseskusi Pinangki.

“Untuk Pinangki apapun diistimewakan. Karena diduga isi kamarnya berbeda dengan yang lain dan tidak segera dipindah ke Lapas setelah tidak kasasi. Berbedanya karena diduga lebih bagus dari kamar tahanan yang lain,” ujarnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here