Sebut Pemerintah dan Rakyat Korban Pinjol China, Rocky Gerung: Dari Awal Ini Idenya Jokowi

600
Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung kritik pemerintah terkait maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal yang dianggap meresahkan masyarakat.

Pasalnya, tak sedikit masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal memutuskan bunuh diri setelah diteror oleh debt collector. Salah satunya adalah seorang Ibu di Wonogiri yang memilih mengakhiri hidupnya karena terjebak pinjol ilegal milik warga negara China.

Rocky Gerung mengatakan, pinjol ilegal merupakan ide awal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sayangnya, ide tersebut justru membuat masyarakat terjebak dengan asumsi perbaikan kondisi ekonomi.

“Dari awal ini idenya Pak Jokowi. Maka rakyat bergerombol di sekitar rentenir-rentenir ini dengan asumsi ekonomi akan cepat pulih, maka utang-utang bisa dilunasi, bersiap-siap minta kredit karena pemerintah menjamin,” kata Rocky Gerung, dikutip SeputarTangsel.com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Minggu, 24 Oktober 2021.

Menurut Rocky Gerungpinjol ilegal merupakan situasi sosial yang dihasilkan oleh pemerintahan yang kacau.

“Hal semacam itu sebetulnya memang secara ekonomis nggak pernah dihitung. Tapi bagi rakyat kecil di bawah, tuntutan hidup itu konkret, apa saja dia lakukan,” ujarnya.

“Jadi ini satu paket keresahan sosial, bukan sekadar menganggap siapa suruh dia pinjam pinjol. Ini situasi sosial yang mestinya dibaca sebagai problem yang justru dihasilkan oleh pemerintah yang kacau,” sambungnya.

Rocky menilai, maraknya pinjol merupakan buntut dari ketidak mampuan pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

Lebih lanjut, mantan dosen filsafat Universitas Indonesia itu menyayangkan pernyataan Jokowi yang sebelumnya memuji pinjol.

Pasalnya menurutnya, Jokowi dikelilingi oleh para ekonom keren sehingga seharusnya setiap pernyataan yang dikeluarkan oleh Jokowi sudah diperhitungkan.

Rocky memaparkan, setiap pemimpin harus memahami konsep, bukannya malah memberi penilaian dengan mata telanjang.

Lebih lanjut, dia juga mengkritik terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menurutnya, proyek tersebut tidak efektif.

“Bagaimana mau cepat kalau banyak titik?” tuturnya.

Salah seorang pendiri Setara Institute itu menjelaskan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu akan gagal karena sejak awal sudah dikritik banyak pihak.

Begitu juga dengan proyek ibu kota negara baru. Dia mempertanyakan, siapa yang berkeinginan untuk pindah ke salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur itu.

Dia menduga, proyek-proyek tersebut adalah keinginan Jokowi agar namanya selalu dikenang.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here