Sebut ‘Luhut Keren di Mata Pak Jokowi’, Politisi PKS: Keren, Tapi Saya Khawatir…

472
Politisi PKS Mardani Ali Sera mengomentari penunjukkan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Koordinator PPKM Darurat. /Instagram Mardani Ali Sera./

Pandemi covid-19 di Indonesia belum kunjung usai. Terbaru, akhir-akhir ini Indonesia dihadapkan pada situasi covid-19 yang kian mengkhawatirkan.

Perlu diketahui, saat ini lebih dari 2 juta masyarakat Indonesia terpapar covid-19.

Meningkatnya kasus covid-19 di Tanah Air, banyak pihak yang menyuarakan agar pemerintah segera menerapkan lockdown atau penguncian wilayah.

Namun, bukannya lockdown yang diterapkan pemerintah, melainkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo angkat suara terkait rencana PPKM Darurat.

Dalam hal ini, Jokowi resmi menerapkan PPKM Darurat mulai dari 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Adapun penerapan PPKM ini berlaku untuk Pulau Jawa dan Bali.

“Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak 3 Jui hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” ujar Jokowi.

PPKM Darurat menyusul terus melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.

PPKM Darurat juga akan membatasi sejumlah aktivitas seperti bekerja dari rumah (work from home) hingga aturan kunjungan restoran dan pusat belanja.

Diketahui, Presiden Jokowi menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Koordinator PPKM Darurat untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali.

“Betul Menko Maritim dan Investasi telah ditunjuk oleh Bapak Presiden Jokowi sebagai Koordinator PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali,” kata Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi dilansir dari Antara.

Penunjukan Luhut sebagai koordinator PPKM Darurat juga menjadi sorotan banyak pihak, termasuk politisi PKSMardani Ali Sera.

Melalui akun Twitter @MardaniAliSera, ia menilai bahwa sosok Luhut di mata Presiden Jokowi merupakan pribadi yang keren.

 

“Pak Luhut ini keren di mata Pak @Jokowi. Tapi fakta positivity rate kita tinggi adalah kenyataan,” ujar Mardani dilansir Galamedia dari Akun Twitter @MardaniAliSera pada Kamis, 1 Juli 2021.

“Data bahwa ekonomi kita masih belum normal, ada datanya di BPS. Bakan antrean panjang di banyak RS kita dapat lihat dalam foto-foto yang tersebar. Di mana sentuhan magic Pak Luhut?” tambahnya.

Kritikan Mardani juga mengingatkan bahwa pada September tahun 2020, Luhut pernah memegang komando penanganan corona di delapan provinsi.

Penanganannya pada saat itu dinilai belum memberikan hasil optimal.

Langkah yang diambil oleh Luhut pada saat itu, dinilai Mardani sangat mengkhawatirkan lantaran pendekatan yang diterapkan Luhut ialah dari hilir.

Sementara itu, menurut Mardani penanganan covid-19 akan efektif jika diterapkan dari tingkat RT dan RW.

“Wajar nyebar itulah 4L (Luhut Lagi Luhut Lagi) karena sepertinya Pak Luhut ini keren di mata Pak @Jokowi. Tapi saya tidak yakin bahkan khawatir karena dari awal pendekatannya ke hilir. Mestinya dari hulu, penguatan wewenang dan anggaran di tingkat RT dan RW,” tulisnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 85 = 92