Sebut Firli Bahuri Diduga Dalang Dibalik Pembusukan di KPK, Bambang Widjojanto: Ampun Ya Illahi

577
Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto atau BW

Eks Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto (BW) menyoroti pelemik yang kini kembali mendera Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal informasi pemecatan 75 pegawainya termasuk Novel Baswedan.

Bersamaan dengan mencuatnya informasi tersebut, ketua KPKFirli Bahuri diketahui memberikan pernyataan pers bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang mengatakan bahwa KPK selama ini mengemban nilai-nilai teladan yang diberikan Ki Hajar Dewantara.

“Teladan yang diberikan Ki Hajar Dewantara dan para pejuang lainnya menjadi nilai yang diemban KPK, salah satunya melalui pendidikan anti korupsi,” demikian kata Firli Bahuri pada Minggu, 2 Mei 2021.

 

Merespons pernyataan itu, BW nampak geram karena dinilai ungkapan Firli justru bertentangan dengan apa yang sekarang tengah bergejolak di lembaga anti rasuah itu.

“Kau diduga singkirkan para insan terbaik KPK yang tengah menangani kasus mega korupsi di bumi pertiwi seperti Bansos. Tapi kau bicara keteladanan guru bangsa Ki Hajar Dewantara,” ujarnya melalui Twitter @KataBewe dikutup Galamedia Selasa, 4 Mei 2021.

lebih lanjut BW berharap agar mata dan nurani publik terbuka dan terketuk melihat yang apa yang tengah terjadi saat ini.

 

“Semoga nurani kita terketuk dan terbelalak oleh indikasi dusta tanpa jeda yang terus diproduksi. Ampun ya Ilahi,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan akan memecat 75 pegawai di lembaga itu dengan dalih tak lolos tes wawasan kebangsaan. Salah satu nama yang akan didepak adalah penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Saat dikonfirmasi, Novel membenarkan mendengar kabar pemecatan dirinya. “Iya benar, saya dengar info tersebut,” kata dia Senin, 3 Mei 2021.

Menurut informasi yang diperoleh, para pegawai KPK yang akan dipecat ini direkrut secara independen sebelum revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK).

Permasalahannya, setelah revisi, UU mengharuskan pegawai KPK berstatus ASN. Lembaga ini pun menggelar serangkaian tes.

Novel Baswedan menganggap tes tersebut menjadi bagian dari upaya menyingkirkan pegawai independen di KPK yang sudah dilakukan sejak lama. Namun, Novel mengatakan upaya kali membuatnya terkejut.***

“Bila info tersebut benar, tentu saya terkejut. Karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh pimpinan KPK sendiri,” kata dia.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...