Sebut Banyak Akun Pro-NKRI Diserang, Ferdinand Singgung Demokrat Perang Lawan Buzzer

372

Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen mengatakan bahwa akun Twitter-nya dan akun-akun pro-NKRI lainnya diserang.

Ferdinand lantas menyinggung apakah hal ini yang dimaksudkan Partai Demokrat saat menyerukan perang melawan buzzer.

“Buka hanya saya yang diserang seperti ini, tapi banyak akun-akun pro NKRI pendukung pemerintah,” katanya pada Minggu, 8 Agustus 2021, dilansir dari Kumparan News.

 

“Apakah ini yang dimaksud perang melawan buzzer oleh Demokrat? Saya tidak tahu tapi jika iya, saya akan lawan,” lanjutnya.

Sebelumnya, memang ramai dibicarakan soal sejumlah akun Twitter milik para pegiat media sosial yang tiba-riba ditangguhkan.

 

Para pegiat media sosial selain Ferdinand itu, yakni Denny Siregar, Ade Armando, Eko Kuntadhi, dan Chusnul Chotimah.

Seperti diketahui, mereka memang kerap disebut sebagai buzzer atau lebih tepatnya buzzeRp oleh kelompok berseberangan.

Diberitakan oleh Terkini.id sebelumnya, kader-kader Partai Demokrat memang pernah menyerukan perang melawan buzzer.

 

Ketika itu, para kader Demokrat menyerukan perang sebagai respons terhadap tudingan-tudingan kepada mereka.

Salah satu tudingan yang saat itu mereka adalah soal keterlibatan Partai Demokrat dalam seruan aksi “Jokowi End Game”.

Menanggapi itu, politisi Demokrat, Andi Arief mengatakan bahwa fitnah dan ancaman sebenarnya adalah hal biasa bagi para kader dan partai.

Namun, lanjutnya, tugas sebagai fungsi partai politik dalam mengkritisi pemerintah harus tetap mereka jalankan.

“Terhadap Buzzerp kita nyatakan perang, karena negara rusak belakang ini karena mereka,” katanya melalui akun Twitter Andiarief__ pada Senin, 26 Juli 2021.

Andi Arief juga menekankan bahwa perang melawan buzzeRp itu akan mereka lakukan sampai ke akar-akarnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here