SBY Disalahkan Soal Warna Cat Kepresidenan, Demokrat: SBY Beli Pesawat Setelah 69 Tahun Tidak Punya

336
SBY, Jokowi, Pesawat RI

Wasekjen Partai Demokrat, Irwan Fecho nampak menyoroti perihal pernyataan Politisi, PDIP Arteria Dahlan.

Diketahui Arteria Dahlan yang merupakan politisi PDIP menyalahkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal pesawat kepresidenan yang berwarna biru.

Menanggapi hal tersebut, Irwan Fecho pun angkat suara dan mengatakan bahwa Arteri Dahlan sangat keliru jika menyalahkan SBY terkait warna pesawat kepresidenan.

Menurut Irwan Fecho, seharusnya Arteria Dahlan berterima kasih karena berkat SBY, kini Indonesia memiliki pesawat kepresidenan.

“Arteria ini keliru besar jika salahkan Pak SBY (soal warna pesawat kepresidenan),” kata Irwan Fecho dilansir Galamedia dari akun Twitter @irwan_fecho pada Kamis, 5 Agustus 2021.

“Harusnya kita semua sebagai anak bangsa berterimakasih karena Pak SBY beli pesawat kepresidenan setelah 69 tahun tidak punya. Arteria gak paham itu. Ajaran Soekarno untuk JASMERAH pun dia lupa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wasekjen Partai Demokrat tersebut lantas mengungkapkan bahwa saat masa pemerintahan SBY, PDIP dengan tegas menolak rencana pembelian pesawat kepresidenan.

Tak hanya itu, PDIP juga mengusulkan pesawat kepresidenan dijual pada awal masa pemerintahan Presiden Jokowi pada 2014 tahun lalu.

“PDIP dulu malah tolak keras pembelian pesawat kepresidenan ini. Bahkan saat Jokowi jadi presiden di 2014, mereka usulkan agar pesawat kepresidenan dijual,” tutur Irwan Fecho.

Oleh karena itu, Irwan Fecho merasa heran jika saat ini banyak pihak justu menyalahkan SBY soal pesawat kepresidenan.

“Ini kok aneh bin lucu tiba-tiba bicara pesawat kepresidenan dan salahkan Pak SBY. Apa akhirnya sadar dan setuju dengan kebijakan Pak SBY itu?,” ujar Irwan Fecho.

Dalam unggahan yang lain, Irwan Fecho pun mennyebut bahwa  rencana pengecatan ulang pesawat kepresidenan saat ini belum tepat dilakukan.

Untuk itu, Wasekjen Partai Demokrat tersebut menyarankan seharusnya ditunda reencana tersebut.

Lebih dari itu, dirinya meminta dana tersebut dialihkan untuk penanggulangan covid-19.

“Momentum pengecatan belum tepat apalagi situasi begini, tangani pandemi saja masih kelimpungan cari pendanaan, coba yang masih bisa ditunda ya tunda aja,” ujarnya.

“Kalau alasannya tahun 2019 sudah dibahas anggarannya, ya gampang kok cukup di realokasi atau refocusing program dan anggarannya,” sambungnya.***

Sumber Berita / Aritkel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here