SBY Diminta Luhut Bersikap Seperti Habibie, PKB: SBY Tak Perlu di-Habibie-kan!

575
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid (Gus Jazil). /Foto: Dok. MPR RI.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyarankan Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar agar bersikap layaknya Presiden Indonesia ketiga, BJ Habibie saat mengkritik.

Namun, pandangan berbeda datang dari politikus PKB, Jazilul Fawaid yang mengatakan bahwa SBY tidak perlu menjadi Habibie.

“Pak SBY bukan Pak Habibie dan nggak perlu ‘diHabibie-kan’. Toh SBY selama ini juga tetap menjaga kesantunan,” ujar Jazilul dalam keterangannya, Selasa, 27 Juli 2021 kemarin.

 

Bahkan kata dia, Luhut dan SBY semestinya saling mengedepankan persaudaraan terlebih saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Hemat kami, kedepankan semangat persaudaraan dan keteladanan dalam bingkai Pancasila, apalagi di saat yang serba sulit akibat Covid-19 seperti ini,” kata dia lagi.

“Orang besar saling membesarkan, bukan mengecilkan,” sambungnya.

Jazilul menambahkan agar semua pihak tidak membuat pernyataan Luhut soal SBY tidak dibesar-besarkan. Pasalnya kata dia, SBY dan Luhut sama-sama Jenderal yang memiliki prestasi meskipun berbeda gaya dan watak dalam perjalanannya.

“Nggak usah dibikin heboh. Toh, kita semua maklum Pak SBY dan Pak Luhut sama-sama Jenderal yang memiliki segudang prestasi, meskipun berbeda gaya, watak dan perjalanan kariernya,” tambahnya.

Sebelumnya, pernyataan Luhut sempat mencuat ketika dirinya menjadi narasumber dalam tayangan Kick Andy Show yang tayang di salah satu stasiun televisi nasional.

Semula Luhut menjawab pesan yang sebelumnya dilayangkan SBY kepadanya yang meminta agar jangan main ancam-mengancam. Luhut lantas menjelaskan bahwa dirinya yang merupakan orang batak, sudah menjadi gayanya dan bukan berarti temperamental.

 

“Nggak temperamental, memang gayanya orang Batak Gitu,” kata Luhut.

Lantas Luhut diminta tanggapan soal SBY yang sesungguhnya merupakan junior Luhut dalam militer, Namun demikian, Luhut mengaku tidak keberatan dengan sikap SBY karena menghormatinya sebagai Presiden keenam.

“Saya nggak keberatan. Saya bilang sama Pak Bambang (SBY), ya oke-oke ajalah. Hak-hak beliaulah. Tapi semua hanya titip saja pada pemimpin-pemimpin yang sudah selesai eranya, lebih bagus seperti Pak Habibie-lah, semua duduk manis, datang sesekali mengkritik,” ujar Luhut.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here