Satgas Covid-19: Kerumunan Atraksi Barongsai di Festival Citylink Bandung Bentuk Pelanggaran Berat!

288

Beberapa hari lalu pusat perbelanjaan Festival Citylink Bandung mengadakan atraksi barongsai sebagai peringatan tahun baru imlek 2022.

Namun atraksi barongsai di Festival Citylink Bandung itu mengundang kerumun, sehingga pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung harus mengeluarkan sanksi.

Pemkot bandung memberikan sanksi penutupan 3 hari kepada pengelola Festival Citylink Bandung, terhitung mulai Jumat, 4 Februari 2022 hingga Minggu, 6 Februari 2022.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Asep Gufron menyatakan jika mall festival citylink telah melakukan pelanggaran dalam menyelenggarakan acara barongsai.

“Ternyata pelanggarannya sangat berat karna satu tidak ada izin kedua menimbulkan kerumunan luar biasa di dalam gedung dengan sirkulasi yang tidak bagus,” kata Asep dilansir PRFM, Jumat 4 Februari 2022.

Rupanya atraksi barongsai yang digelar di salahsatu pusat perbelanjaan di Kota Bandung itu tidak memiliki izin dari pemerintah setempat dan menimbulkan kerumunan.

Sehingga pihak pemerintah kota harus menindak tegas pengelola mal dengan memberikan sanksi penutupan.

Diketahui perayaan imlek 2022 ini memang masih dalam suasana pandemi sehingga dilarang untuk menyelenggarakan acara yang dapat menimbulkan kerumunan.

Penutupan tersebut dilakukan oleh aparat gabungan mulai dari Satpol PP Kota Bandung, Polrestabes Bandung, TNI, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dan lainnya, pagi tadi.

Sementara itu, sebelumnya diketahui jika atraksi barongsai tersebut akan diadakan dalam tiga sesi untuk mengurangi traffic pengunjung.

Namun diluar dugaan pengelola mal, antusias pengunjung justru semakin meningkat tinggi bahkan jauh sebelum atraksi tersebut dimulai.

Akhirnya terjadi pemangkasan waktu, atraksi yang tadinya akan dilangsungkan selama 45 menit dipotong menjadi 10 menit dan sesi ketiga dibatalkan karena suasana mal semakin sesak.

Meskipun pengelola festival citylink Bandung sudah memperingatkan pengunjung untuk taat protocol kesehatan, namun melihat traffic pengunjung yang tinggi tidak dipungkiri dapat menimbulkan cluster baru.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 60 = 69