Sandiaga Uno Minta Jokowi Segera Mulai Berkerja: Ganti Menteri Kenapa Mesti Tunggu Oktober?

325

Mantan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno memberikan saran kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk segera bekerja tak perlu menunggu Oktober.

Dilansir TribunWow.com, hal itu diungkapkan Sandiaga Uno saat menjadi narasumber dalam acara ‘Indonesia Lawyers Club’ yang diunggah dalam kanal Youtube Indonesia Lawyers Club, pada Selasa, (30/7/2019).

Sandiaga Uno awalnya meminta agar Jokowi segera menyusun menteri kabinet sesegera mungkin dan tak perlu menunggu Bulan Oktober.

Diketahui pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih akan dilakukan pada 20 Oktober 2019 mendatang.

“Sebenarnya Pak Presiden bisa kerja sekarang. Enggak perlu nunggu Oktober. Kalau mau ganti menteri, bisa ganti sekarang, kenapa mesti nunggu Oktober?,” ujar Sandiaga Uno.

Ia lalu menuturkan apabila pihaknya bisa membantu untuk memberi usulan mengenai solusi yang ada.

“Kalau misalnya kita bisa membantu bahwa presiden ini lho masalah-masalah kita lapangan kerja tidak tercipta, kenapa?,” papar Sandiaga Uno.

Calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Sandiaga Uno mengakui dirinya memang tidak dilibatkan dalam pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri.
Calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Sandiaga Uno saat berada di acara Indonesia Lawyers Club, Rabu (31/7/2019) (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Sandiaga Uno mengatakan dirinya pernah bertanya dengan para investor.

“Saya tanya-tanya pembisnis, gimana 17 April sudah selesai dong sekarang kalian investasi, ‘oh tunggu kabinet’ ini kan akhirnya wait and see wait and see,” papar Sandiaga Uno.

“Tiba-tiba nanti setelah Oktober, ‘bagaimana? Investasi enggak? Oh mau tunggu 2020, kapan investasinya, kapan kerjanya?,” papar Sandiaga Uno.

Lihat videonya di menit ke 1:27:14:

 

Sebelumnya, Sandiaga Uno juga memberikan komentarnya terkait pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Mulanya presenter ILC Karni Ilyas meminta komentar Sandiaga Uno terkait pertemuan tesebut.

“Bang Sandi, tiba-tiba Surya Paloh mengundang Aneis Baswedan, bahkan sudah bicara tentang presiden 2024, walaupun pilpres 2019 belum dilantik ini. Apa komennya Bang Sandi,” tanya Karni Ilyas.

Sandiaga Uno awalnya menyebutkan bahwa sebenarnya bukan kapasitasnya untuk berkomentar.

“Ya enggak pada tempatnya saya berkomentar, tapi saya ingin sebetulnya mengajak elite politik itu jangan terjebak siklus politik 5 tahunan,” ujar Sandiaga Uno.

Menurutnya pembahasan mengenai pilpres 2024 terlalu dini untuk diperbincangkan.

“Jadi ini yang 2019 aja belum membentuk kabinet, belum dilantik sudah ngomong 2024 dan kita lupa dengan sebetulnya apa yang kita hadapi di 2019. 2020, 2021, agenda-agenda besar yang kemarin kita perdebatkan,” paparnya.

“Kita luar biasa ya, kalau dilihat daripada energi yang kita keluarkan untuk pilpres 2019, Rp 25 triliun lebih anggaran.”

“Bagaimana perjuangan mengadu gagasan, tiba-tiba sekarang bulan Juli belum masuk bulan Oktober sudah ngomong 2024. Dan menurut saya ini prematur sekali,” kata mantan politisi Gerindra ini.

“Dan pasti menarik untuk para pengamat atau para politisi tapi bagi rakyat kebanyakan ini tentunya mereka juga akan melihat bulan-bulan ke depan, ekonomi bagaimana dan lainnya,” sebutnya.

Ia menuturkan jika enam bulan berlalu belum ada perubahan pasti akan membuat kecewa masyarakat Indonesia.

“Dan saya yakin kalau kita disipilin, kita serahkan kepada Pak Jokowi, sebetulnya Pak Presiden bisa kerja sekarang, enggak perlu nunggu Oktober,” pungkasnya.

tribunnews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here