Sakitnya Minta Ampun! Ini Loh Penyebab Amandel Bengkak Berikut Cara Obatinya

334

Sakitnya minta ampun! Ini loh penyebab amandel bengkak berikut cara obatinya. Penyakit apapun jenisnya, tentu membuat pengidapnya tidak nyaman. Salah satunya adalah amandel bengkak. Amandel bengkak sering menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman di kerongkongan, terutama saat menelan makanan.

Kondisi ini kerap terjadi lantaran adanya infeksi di mulut atau saluran pernapasan yang mempengaruhi amandel.

Amandel atau ‘tonsil’ merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi kuman. Kendati demikian, amandel juga bisa mengalami gangguan yang ditandai dengan pembengkakan, sehingga tidak berfungsi secara baik untuk melawan kuman.


Pembengkakan amandel dapat disertai gejala lain, seperti sakit tenggorokan, batuk, pilek, demam, bau mulut, bahkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Amandel bengkak secara umum disebabkan infeksi kuman di rongga mulut atau saluran pernapasan. Selain itu, seperti dilansir dari alodokter.com, Kamis 9 Desember 2021, ada beberapa kondisi atau penyakit lain yang juga bisa menyebabkan amandel bengkak, yaitu:

Radang amandel atau tonsilitis

Amandel bengkak dapat dipicu radang amandel atau tonsilitis. Kondisi ini lebih sering disebabkan infeksi bakteri Streptococcus pyogenes yang umumnya menyerang anak-anak usia lima hingga 15 tahun.

Selain bengkak, amandel yang meradang lantaran infeksi bakteri biasanya juga menimbulkan detritus, yaitu bercak putih atau kuning di permukaan amandel.

Di samping infeksi bakteri, radang amandel juga bisa disebabkan infeksi virus, misalnya adenovirus, rhinovirus, virus corona, virus influenza, dan virus rubella.

Radang tenggorokan

Radang tenggorokan biasanya disebabkan kuman yang sama terhadap penyebab radang amandel. Lantaran posisi amandel berdekatan dengan tenggorokan, tidak jarang infeksi pada tenggorokan dapat mempengaruhi amandel sehingga membuat amandel meradang dan membengkak.

Selain infeksi kuman, radang tenggorokan juga bisa ditimbulkan bahan-bahan yang menyebabkan iritasi tenggorokan, misalnya asap rokok, paparan polusi, atau alergi.

Gejala yang timbul akibat radang tenggorokan biasanya mirip seperti gejala flu, yaitu batuk, pilek, nyeri saat menelan, lemas, dan demam.

Mononukleosis

Mononukleosis merupakan penyakit yang disebabkan infeksi virus Epstein-Barr. Penyakit ini dapat memicu pembengkakan amandel disertai dengan plak berwarna putih di langit-langit mulut.

Selain amandel bengkak, penyakit ini juga dapat menimbulkan tanda dan gejala lain, misalnya pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau paha, serta nyeri perut akibat organ limpa yang membesar.

Kandidiasis oral

Kandidiasis oral merupakan infeksi jamur yang terjadi pada mulut. Kondisi ini memicu gumpalan berwarna putih di pipi bagian dalam, gusi, tenggorokan, bahkan amandel. Ketika infeksi ini terjadi di amandel, gejala yang ditimbulkan dapat disertai pembengkakan.

Kandidiasis oral biasanya menyerang bayi yang imunitasnya masih belum berkembang sempurna. Kondisi lain yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun juga bisa memicu penyakit ini, misalnya konsumsi kortikosteroid jangka panjang, penyakit HIV, dan penyakit kanker.

Batu amandel

Batu amandel pada awalnya terjadi akibat infeksi dan peradangan berulang di amandel. Batu ini terbentuk dari hasil penumpukan sisa makanan, lendir, dan bakteri yang terperangkap di lekukan pada permukaan amandel.

Batu amandel awalnya berukuran kecil, tetapi seiring berjalannya waktu bisa mengeras sehingga amandel bengkak dan meradang.

Selain beragam penyebab di atas, amandel bengkak juga bisa disebabkan kondisi atau penyakit lain, seperti refluks asam lambung atau kanker tonsil.

Adapun pengobatan untuk amandel bengkak akan disesuaikan berdasarkan penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa cara mengobati amandel bengkak:

Obat-obatan

Jika amandel bengkak disebabkan infeksi bakteri Streptococcus, dokter akan meresepkan antibiotik, seperti amoxicillin atau cefadroxil.

Pemberian antibiotik berfungsi untuk mencegah infeksi menyebar ke bagian tubuh lain dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi, seperti demam rematik atau penyakit ginjal glomerulonefritis. Pengobatan antibiotik perlu digunakan sesuai anjuran dokter.

Antibiotik tidak akan efektif bila amandel bengkak disebabkan infeksi virus. Untuk kondisi ini, dokter akan memberikan antivirus sesuai penyebabnya.

Selain itu, obat-obatan tertentu juga diberikan guna meringankan gejala penyerta. Misalnya, keluhan nyeri saat menelan dapat ditangani dengan pemberian obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen, diclofenac, atau celecoxib.

Di samping konsumsi obat-obatan, penderita juga dianjurkan untuk banyak beristirahat, minum air putih yang banyak, dan mengonsumsi makanan dengan tekstur yang lembut, seperti bubur atau es krim.

Operasi amandel atau tonsilektomi

Prosedur tonsilektomi hanya disarankan untuk penderita yang mengalami tonsilitis berulang sebanyak lebih dari empat kali dalam setahun, tidak membaik setelah mengonsumsi obat-obatan, atau memiliki komplikasi yang mengakibatkan sulit untuk bernapas dan menelan.

Operasi ini dilakukan dengan cara mengam

Sumber Berita / Artikel  Asli : .terkini 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 5 = 1