Said Didu Heran Tes PCR Bisa Murah padahal Sekira 2 Tahun Rp900.000: Triliunan Uang Rakyat Disedot

403
Said Didu

Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu keheranan harga tes Polymerase Chain Reaction (PCS) di Indonesia bisa murah hingga Rp495 ribu. Padahal kata dia, selama ini sejak terjadi Pandemi Covid-19, harganya mencapai Rp900 ribu sekali tes.

Jika harga Rp495 ribu saat ini bisa dijadikan dasar harga tes PCR, dia menduga sekitar 2 tahun lamanya rakyat “diperas” membayar tes PCR hingga Rp900 ribu. Dia menilai, pemerintah menggunakan aturan dan regulasi untuk memaksa rakyat wajib menggunakan tes PCR.

Lantas Said Didu menilai pematokan harga tes PCR yang ditetapkan Kemenkes menunjukkan selama ini rakyat sudah diperas menggunakan aturan pemerintah.

Dia lantas membuka data yang dimilikinya, jika lebih dari 70 persen tes Covid-19 yang disediakan di Indonesia dikuasai pihak swasta.

Said Didu melihat sangat tidak wajar turunnya harga tes PCR dari Rp900 ribu ke Rp495 ribu.

“Turunnya harga test Covid-19 (PCR, Swab dll) yg sangat jauh spt ini menunjukkan bhw sktr 2 tahun pandemi, rakyat sdh ‘diperas’ oleh pengusaha lewat aturan pemerintah,” kata Said Didu melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Dia lantas mengira-ngira sudah berapa triliun uang rakyat “diperas” di masa sulit ini.

“Sbg info bhw lbh 70% test covid-19 dikuasai oleh swasta. Berapa triliun uang rakyat disedot oleh mereka ?” ujarnya.

 

Dengan fakta itu, tak heran jika pebisnis di bidang kesehatan kekayaannya semakin bertambah karena diuntungkan oleh regulasi pemerintah.

Jika benar negara dalam krisis, kata Said Didu seharusnya pemerintah hadir memperlihatkan keadilan. Adanya pandemi Covid-19 yang telah memakan ratusan ribu korban, akan tetapi masih ada yang mencari keuntungan.

“Pandemi Covid-19 telah mengorbankan ratusan ribu nyawa, habiskan APBN , menyedot dan memiskinkan rakyat, namun dibalik itu sepertinya memperkaya pebisnis pebisnis di bidang kesehatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi memangkas harga pemeriksaan RT-PCR, menjadi Rp495 ribu untuk pulau Jawa dan Bali. Harga berbeda diberlakukan di luar Jawa-Bali, yakni Rp525 ribu.

Hal itu terjadi setelah Presiden Jokowi memerintahkan Menkes, Budi Gunadi Sadikin agar biaya pemeriksaan tes PCR di Indonesia diturunkan menjadi Rp450 ribu hingga Rp550 ribu.

Tarif tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).SE BATAS TARIF TERTINGGI PEMERIKSAAN RT-PCR_210816_161458.

 

“Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR diturunkan menjadi Rp495 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp525 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali,” kata Dirjen Pelayanan Kesehatan Prof. Abdul Kadir saat Konferensi Pers secara virtual di Jakarta, Senin, 16 Agustus 2021.

Dengan demikian, batasan tarif tes PCR yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3713/2020 tanggal 05 Oktober 2020, dinyatakan tidak berlaku lagi. Batas tarif tertinggi itu berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan PCR atas permintaan sendiri.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here