Said Didu Bungkam Penjelasan Dua Stafsus Menteri Soal Bandara Kualanamu

557
Muhammad Said Didu/ Youtube Said Didu

JAKARTA– Penjualan saham Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatra Utara, sebesar 49 persen ke perusahaan asal India bernama India GMR Airport International menimbulkan polemik.

Perdebatan panjang di media sosial pun muncul. Seperti Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu dengan dua staf khusus menteri. Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo dan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Awalnya Said Didu begitu heran dengan penjualan saham bandara Kualanamu ini. Hal itu ditunjukkan dengan sebuah satire.

“Akhirnya, selamat menikmati,” ujar Said Didu melalui akun Twitternya, Kamis (25/11).

Kicauan Said Didu ini rupanya menarik perhatian seorang pejabat pemerintahan. Dia adalah Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo yang menyinyir Said Didu sembari menjelaska maksud penjualan saham bandara Kualanamu.

“Ah Pak Said Didu kura-kura dalam perahu nih. Jelas kan Pak, itu kerja sama pengelolaan selama 25 tahun. Saham mereka 49 persen, BUMN kita 51 persen,” kicau Yustinus.

“Bandaranya tetap milik kita, justru kita tak perlu mengeluarkan uang untuk membiayai pengelolaan tapi tetap mendapat bagi hasil. Setuju Pak?” pungkasnya.

Komentar Yustinus tersebut dijawab balik oleh Said Didu dengan sebuah pernyataan yang cukup tegas soal intisari dari penjualan saham bandara Kualanamu.

 

“Itu sama dengan menjual atau menggadaikan saham sebanyak 49 persen. Itu menunjukkan bahwa kita sudah tidak mampu.Jelas?” tanya balik Said Didu.

Tak hanya, Yustinus. Anak buah Menteri BUMN Erick Thohir juga membalas cuitan-cuitan Said Didu soal Bandara Kualanamu.

“Aset AP2 Kuala Namo dijual ??? Yuk aku jelasin, karena kalau hati sdh buta, pikiran pun kehilangan kecerdasan cc @msaid_didu,” tulis Arya Sinulingga.

Dia kemudian menjelaskan panjang lebar soal penjualan saham Bandara Kualanamu.

“AP2 dan anak perusahaannya (PT Angkasa Pura Aviasi l) mendapatkan partner dari konsorsium GMR yg merupakan pengelola airport terbesar di Asia untuk mengelola Kualanamu.”

“Dengan Kerjasama ini, komposisi saham PT Angkasa Pura Aviasi menjadi 51% mayoritas dimiliki oleh AP2 dan Mitra Strategis GMR 49 %.”

“Kerjasama ini akan mengelola Kualanamu selama 25 tahun, aset hasil pengembangan sistemnya BOT. Setelah 25 tahun aset tersebut akan dikembalikan ke AP2.”

“Jadi aset tersebut tetap milik AP2 bukan dijual asetnya, jadi keliru kalau mengatakan terjadi penjualan Aset.”

“AP 2 akan mendapatkan dua keuntungan yang pertama akan mendapatkan dana sebesar 1,58 T dari GMR.”

“Keuntungan kedua Akan ada pembangunan dan pengembangan Kualanamu sebesar 56 T dengan tahap pertama sebesar 3 T.”

“Ini namanya AP tidak perlu mengeluarkan uang sebesar 58 T untuk pengembangan Kualanamu tapi ditanggung oleh partnernya.”

“Dan sebesar 1.58 T bisa dipakai oleh AP2 untuk pengembangan dan pembangunan bandara baru di Indonesia. Ini namanya memberdayakan aset tanpa kehilangan aset, bahkan asetnya membesar berkali2 lipat. Yuk kita bangun Indonesia dengan kecerdasan,” jelas Arya.

Said Didu pun langsung merespons penjelasan panjang lebar Arya Sinulingga itu. Dengan dua pertanyaan yang langsung menohok.

“Terima kasih penjelasannya. Mhn jelaskan : 1) dalam teori dan praktek apa pelepasan asset bukan penjualan ? 2) semua plbn, bandara, tol yg dicatat sebagai asset adalah hak kelola, spt halnya HGU dan HGB – ini sangat jelas. Jangan karena kekuasaan jiwa nasionalisme tergadai,” pungkasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : (msn/fajar)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

86 − 82 =