Roy Suryo Minta Anies Tak Gelar Formula E di Pulau Reklamasi

440
Roy Suryo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau salah satu kawasan di pulau reklamasi Teluk Jakarta, 7 Juni 2018. (Foto: Antara)

PUBLICANEWS, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan area pengganti untuk ajang balap Formula E setelah lokasi Monumen Nasional (Monas) tak diizinkan dipakai karena termasuk cagar budaya, selain faktor berada di Ring 1. Kemudian muncul lima alternatif lokasi, salah satunya di Pulau Reklmasi.

Sentilan pun datang dari penggagas Interpelasi Formula E, yaitu anggota Fraksi PDIP Ima Mahdiah. “Apa pantai reklamasi sekarang sudah diakui sendiri oleh Pemprov sebagai ikon Jakarta?” sindir mantan staf Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (8/10).

Wacana menjadikan Pulau Reklamasi ajang balap mobil listrik itu juga menuai komentar dari mantan Menpora Roy Suryo. “Mas Goodbener, OK’lah kalau memang akhirnya Formula E batal di Monas karena berbagai Pertimbangan.Tapi sebaiknya JANGAN di Pulau Reklamasi, sebab “kesan”-nya jadi ANEH,” kata Roy yang aktif di medsos itu melalui akun Twitternya @KRMTRoySuryo2.

Mantan politikus Partai Demokrat itu tidak menjelaskan maksud ‘kesan aneh’ tetapi ia malah mengusulkan agar dipilih lokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang pernah ia lontarkan untuk MotoGP pada 2013.

Belum diketahui apakah usulan Roy di Kemayoran tersebut kemudian termasuk dari lima lokasi yang digadang Pemprov DKI Jakarta untuk disurvei Formula E Operation (FEO).

Sebelumnya Gubernur DKI Anies Baswedan menyebutkan alternatif pengganti Monas yaitu kawasan Senayan, pulau reklmasi, dan pantai Maju Bersama di Pulau Reklamasi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kamis kemarin, enggan membocorkan tiga lokasi lain yang diusulkan sebagai ajang balap.

“Tempat lainnya mohon maaf saya belum bisa menyampaikan. Kita menunggu lah, kalau sekarang sudah disampaikan jadi ramai. Nanti kalau jadi ramai malah jadi sulit ya,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu memastikan bahwa pilihan lokasi harus memenuhi aspek legalitas, teknis, dan menggambarkan ikon Ibukota Jakarta. (feh)

Sumber Berita / Artikel Asli : Publica News 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 1