Rocky Gerung: Presiden Curhat Ingin Dikasihani Rakyat, Ngabalin dan Jokowi Ngaco

397
Ali Mochtar Ngabalin bersama Presiden Jokowi. /Instagram.com/@ngabalin.

Pengamat politik, Rocky Gerung kembali buka suara terkait keadaan istana akhir-akhir ini.

Menurut Rocky, banyak sosok di istana yang lupa akan posisinya sendiri.

“Banyak yang lupa posisi tuh, yang gak ngerti bahwa dia menteri, dia gak ngerti bahwa dia presiden, lalu ngeluh sendiri tuh. Itu bahayanya lupa posisi,” katanya dikutip melalui kanal YouTube Rocky Gerung Jumat, 6 Agustus 2021.

Sebagai contoh, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengeluhkan mengenai bantuan sosial (bansos) yang tak kunjung sampai ke daerah.

“Kayak Presiden Jokowi mengeluhkan bahwa bansos belum nyampe ke daerah, nah dia yang bikin kok bisa gak nyampe. Itu namanya lupa posisi,” paparnya.

Menurutnya Jokowi mengeluhkan ini sebagai bentuk curahan hati untuk dikasihani oleh rakyatnya sendiri.

“Jadi presiden muter lewat rakyat, tapi saya ngerti motifnya. Itu curhat ke rakyat minta dikasihani, ya gak bisa dong, masa rakyat minta dikasihani, balik-balik, presiden minta dikasihani,” imbuhnya.

Ahli filsuf ini juga menyoroti nama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang tengah ramai diperbincangkan karena pengecatan pesawat Kepresidenan RI.

Sebelumnya, nama Ngabalin menjadi trending topic di Twitter. Bahkan publik sampai mengatakan, apabila ingin melihat wajah pemerintahan Jokowi, maka tataplah wajah Ngabalin.

Menurut Rocky, publik Indonesia sangat cerdas untuk melihat pintu istana dan pintu tersebut adalah Ngabalin.

“Jadi pintu itu kemudian jadi alasan untuk menerangkan isi lemari, dapur, dan kamar tidur istana yang memang terlihat acak-acakan,” terangnya.

Semrawutnya istana lantas terlihat dari isi kepala Ngabalin, sebab dia terus bereaksi terhadap hal yang ia tidak pahami.

“Dan keacak-acakan itu terlihat di isi kepala si Mister Sorban kan. Kenapa dia bereaksi terus terhadap hal yang sebetulnya dia gak pahami. Itu bahayanya,” tandas Rocky.

Sehingga, kata dia, publik akhirnya menghubungkan, jika Ngabalin saja ngaco, maka menandakan Jokowi juga ngaco.

“Jadi, orang akhirnya hubungkan bahwa kalau saudara Mister Sorban saja ngaco, mestinya itu menandakan bahwa presiden juga ngaco. Jadi terhubung lah itu,” tuturnya.

Hal ini dibuktikkan bahwa presiden tidak memiliki kemampuan bahkan untuk menegur Menteri Sosial (Mensos).

“Nah itu yang kemudian dibuktikkan hari-hari ini bahwa presiden sebetulnya tidak lagi punya kemampuan untuk bahkan menegur Mensos dia gak punya kemampuan, akhirnya ngeluh aja tuh,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

55 − = 46