Rocky Gerung Menilai Rencana Pindah Ibu Kota Itu ‘Konyol’ dan Berisiko Perang Dingin Soal Laut China Selatan

287
Rocky Gerung

Rocky Gerung menilai, soal rencana pemindahan ibu kota baru merupakan wacana ‘konyol’ dan berisiko sebabkan perang dingin soal Laut China Selatan.

Rocky Gerung menilai kebijakan ibu kota baru ini konyol mengingat hal itu dilakukan di masa pandemi Covid-19 dan risiko Perang Dingin untuk kedaulatan di Laut China Selatan.

Bukannya mempersiapkan masalah tersebut, Rocky Gerung menilai Presiden Jokowi justru menghambur-hamburkan anggaran untuk membangun ibu kota baru.

“Ini kebijakan yang agak konyol di tengah pandemi. Dalam upaya kita dalam mempersiapkan ketegangan di Asia Pasifik di China Selatan, kita justru buang-buang untuk bangun ibu kota sebagai monumen yang dimaksudkan hanya sebagai pencitraan saja,” tutur Rocky Gerung.

Sebelumnya, Rocky Gerung menyebut pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur merupakan ambisi Presiden Jokowi.

Parahnya lagi, menurut Rocky Gerung, ambisi nomor satu di Indonesia ini tidak dibarengi dengan konsep yang cukup matang.

Rocky Gerung merasa sejauh ini rencana pemindahan ibu kota baru tidak mendapat dukungan oleh semangat atau optimisme para menteri kabinet.

Sosok akademisi itu juga mengatakan bakal terjadi cekcok politik yang disebabkan suatu ‘ketidakpantasan’.

Lebih lanjut Rocky Gerung mencontohkan salah satu menteri yang terdampak dan tidak senang dengan rencana pemindahan ibu kota yang baru, salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tengah berjuang mencari pemasukan dari negara.

Lalu menurut Rocky Gerung, ada menteri yang punya bisnis di Jakarta yang bergelut karena harus bekerja di Kalimantan Timur.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here