Rizal Ramli Disebut Tokoh Paling Cocok Jadi Presiden RI, Nicho Silalahi: Rela Terpenjara Demi Rakyat

312
Rizal Ramli

Ekonom Senior, Rizal Ramli alias RR dinilai sebagai orang yang paling cocok menjadi Presiden Indonesia selanjutnya.

Penilaian tersebut disampaikan oleh rakyat.com/tag/aktivis”>aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi.

Menurut dia, RR pantas menjadi presiden dan mampu mengembalikan kedaulatan hingga kesehjateraan bangsa.

“Orang yang paling pantas jadi Presiden dan Mengembalikan Kedaulatan Hingga Kesejahteraan ya bang @RamliRizal,” ujarnya melalui akun Twitter pribadi @Nicho_Silalahi dilansir Galamedia Selasa, 4 Januari 2022.

Nicho menjelaskan, eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu rela berjuang meski terpenjara.

“Beliau ditempah oleh pergulatan bangsa yang rela terpenjara demi perjuangkan hak rakyat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nicho berpendapat bahwa kemampuan RR untuk menyelamatkan ekonomi bangsa sudah tidak diragukan lagi.

“Kemampuannya untuk menyelamatkan ekonomi bangsa sudah tidak diragukan lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sekelompok orang menamakan diri sebagai Komite Peduli Indonesia (KPI) menyatakan dukungan untuk RR menjadi calon presiden Indonesia.

Deklarasi digelar di Resto Liwet Asep Stobery Jalan, Linggaswastu 11 Bandung, Jawa Barat, Senin, 27 Desember 2021 lalu.

Ketua KPI Tito Roesbandi mengurai bahwa deklarasi dilakukan karena pihaknya menyadari ketertinggalan Indonesia cukup jauh dibanding dengan negara yang 50 tahun lalu lebih miskin dari Indonesia, seperti RRC dan Malaysia.

Realitasnya negara tersebut kini jauh melesat dalam segala hal dari Indonesia. Salah satu penyebabnya masalah kepemimpinan nasional.

“Setelah 7 kali berganti pemimpin Indonesia belum dikarunia pemimpin yang berkarakter, problem solver seperti  Deng Xiao Ping dan Mahathir Muhammad, sehingga Indonesia terjebak dalam lingkaran setan hanya sebagai Negara berkembang selama 76 tahun merdeka,” tuturnya.

Permasalahan terberat Indonesia saat ini adalah di bidang ekonomi. Beban utang Negara dan BUMN yang sangat besar sekali menjadi penghambat bagi pemerintah ke depan.

Sementara korupsi semakin meraja lela dan disparitas/kesenjangan di segala bidang semakin melebar. Semua menghambat bagi Indonesia menjadi negara maju serta sulit untuk mengejar ketertinggalannya.

Tito Roesbandi mengatakan, butuh pemimpin nasional yang tidak mempunyai konflik kepentingan, sehingga bisa mengatasi masalah berat tersebut. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here