Risma Minta Maaf ke Gubernur Gorontalo Usai Marah-marah, Rocky Gerung: Harusnya Tak Dimaafkan Karena Arogan

493

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dikabarkan sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur Gorontalo usai marah-marah ke salah seorang pendamping penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie juga mengatakan bahwa Mensos Risma telah mengirim pesan via aplikasi WhatsApp untuk menyampaikan permintaan maaf.

Pesan WhatsApp tersebut disampaikan secara pribadinya kepada anggota komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Idah Syahidah yang merupakan istri dari Rusli Habibie.

Secara pribadi, Rusli Habibie juga mengaku telah memaafkan Mensos Risma dan berharap permasalahan ini segera selesai.

Permintaan maaf Mensos Risma ke Gubernur Gorontalo ini ternyata kembali menarik perhatian publik untuk ikut berkomentar.

Pengamat politik Rocky Gerung juga ikut memberikan komentarnya terkait permintaan Mensos Risma ke Gubernur Gorontalo usai marah-marah.

Rocky Gerung menilai bahwa permintaan maaf Mensos Risma dinilai percuma lantaran publik sudah menilai bahwa Risma adalah sosok pejabat yang arogan.

“Karena bagi publik mau maaf-memaafkan gak ada urusan tuh, yang penting publik sudah menonton karakter dari bu Risma yang kemudian dikaitkan dengan kedudukan beliau sebagai kader PDIP,” kata Rocky Gerung seperti dikutip Kabar Besuki dari kanal Youtube pribadinya pada 4 Oktober 2021.

Lebih lanjut, Rocky Gerung menilai bahwa lewat aksi marah-marahnya, Mensos Risma telah mempertontonkan sikap buruk sebagai seorang birokrat.

“Jadi intinya, ibu Risma telah mempertontonkan sikap buruk sebagai birokrat di dalam urusan Gorontalo kemarin,” ujar Rocky Gerung.

Rocky Gerung juga mengatakan bahwa permintaan maaf yang disampaikan Mensos Risma kepada Gubernur Gorontalo adalah permintaan maaf secara pribadi dan bukan sebagai pejabat publik.

Tetapi sebagai seorang pejabat publik, bagi Rocky Gerung Mensos Risma seharusnya tak bisa dimaafkan karena sikapnya yang dinilai terlalu arogan sebagai pejabat publik.

“Dia sebagai pejabat publik, tidak bisa dimaafkan karena itu sudah dicatat bahwa ada pejabat publik yang arogan, siapa namanya, Menteri Sosial, namanya siapa, oh Risma itu,” ungkap Rocky Gerung.

“Jadi kita gak bisa memaafkan perilaku politik pejabat publik, yang bisa dimaafkan adalah individunya yang memang harus saling memaafkan, tapi catatan itu tidak bisa membersihkan catatan ibu Risma sebagai orang yang suka ngamuk,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here