RI Punya Utang Tersembunyi Rp246 T, Rocky Gerung: Ambisi Jokowi Untuk Bangun Infrastruktur Harus Dikurangi

449
Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti hasil temuan AidData yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki ‘utang tersembunyi’ mencapai US$ 17,28 miliar (Rp 246 triliun).

Berdasarkan laporan AidData yang dirilis akhir bulan lalu, utang tersembunyi Tiongkok ke Indonesia diberikan sepanjang 2000-2017. Nilainya setara 1,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain Indonesia, Laos diketahui memiliki utang mencapai 35% terhadap PDBnya, Angloa dan Namibia masing-masing 12%, Brunei Darussalam 14%, Kazakhstan 16%, Papua New Guinea 11%, Tonga 21% hingga Turkmenistan 23%.

Menurut Rocky, angka utang tersembunyi Indonesia bisa lebih besar dari Rp 246 triliun.

“Itu mungkin itu lebih besar dari itu dugaan publik. Dugaan publik gak mungkin hanya yang tersembunyi itu hanya 200 sekian triliun itu,” ujarnya melalui Youtube Rocky Gerung Official Rabu, 6 Oktober 2021.

Sebab, Rocky menduga sudah ada kesepakatan lain dan politik China memang selalu menghegemoni kawasan Asia.

“Karena ada yang mungkin sudah dijanjikan akan berlebih lagi tuh, kan kita paham bahwa politik luar negeri China dalam upaya menghegemoni kawasan Asia itu berlangsung terus-menerus,” ungkapnya.

Selain itu, China juga paham mana pemerintah yang ambisius seperti pemerintah Laos dan Malaysia.

“Dan China paham mana pemerintah yang ambisius, Laos ambisius tuh untuk membangun segala macam,” imbuhnya.

“Malaysia bahkan sebelum diganti Mahathir itu ambisius sehingga utangnya besar sekali,” terangnya.

Sementara untuk Indonesia, akademisi ini menilai negara kita belum puas.

“Indonesia belum puas, karena itu pasti Indonesia masih akan melaju untuk minta utang dari China,” tuturnya.

Oleh karena itu, tak menutup kemungkinan angka Rp 246 triliun akan berlipat-lipat ganda.

“Jadi 200 triliun itu jumlah yang potensial untuk berlipat ganda,” katanya.

Kebutuhan Indonesia akan pembangunan juga selalu disorot China.

“Nah kebutuhan kita akan pembangunan belum berhenti itu yang diintai oleh China tuh,” bebernya.

Oleh karena itu, yang harus dikurangi bukan potensi untuk berutang, namun ambisi pemerintahan saat ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun infrastruktur.

“Jadi sebetulnya kalau dibilang, bisa gak kita kurangi potensi kita untuk berutang. Bukan soal mengurangi potensi, kita kurangi ambisi kita untuk membangun infrastruktur. Mestinya begitu,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 3 = 2