Resmi, KPK Tetapkan Direktur Keuangan Angkasa Pura II Tersangka Kasus Suap

310

JAKARTA – Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam (AYA) akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menjadi tersangka kasus suap pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Property.

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019) malam.

“AYA diduga menerima uang 96.700 dolar Singapura, sebagai imbalan atas tindakannya mengawal agar proyek BHS dikerjakan PT INTI,” beber Basaria.

Bersama Andra, lembaga antirasuah itu juga menetapkan Taswin Nur, staf PT INTI sebagai tersangka pemberi suap.

Sebagai penerima suap, Andra dijerat Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pemberi suap, Taswin dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk diketahui, KPK sebelumnya menggelar operasi tangkap tangan dan mengamankan lima orang dari kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

Selain mengamankan sejumlah orang, lembaga antirasuah itu juga mengamankan uang dalam pecahan dola singapura yang jika dirupiahkan mencapai Rp1 miliar.

OTT itu sendiri digelar Rabu (31/7) malam di sejumlah lokasi di Jakarta. Salah satunya adalah di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

(ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here