Refly Harun Sebut Demokrat dan PKS Tengah Menjalankan Fungsi Pemerintahan: Dulu PDIP Juga Seperti Itu

514
Refly Harun

Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun kembali membuka suara terkait situasi demokrasi Tanah Air saat ini.

Dia menilai, untuk menjaga kewarasan demokrasi alias akal sehat demokrasi, memang harus ada partai serta anggota DPR yang kritis terhadap kekuasaan.

Karena menurutnya, jikalau semua partai sejalan dengan pemerintahan, tidak akan ada lagi checks (evaluasi) dan balances (keseimbangan).

“Coba bayangkan, kalau semua partai tunduk, satu kor semua setuju kepada pemerintahan, tidak ada lagi checks and balances,” katanya melalui kanal Youtube Refly Harun, Selasa, 27 Juli 2021.

Refly Harun menganalisa bahwa saat ini Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjalankan fungsi tersebut.

“Nah, terima kasih kita kepada Demokrat yang menjalankan tugas itu bersama PKS, kalau PAN sih sudah jinak. Kalau PAN walaupun dia tidak mendapat kursi kekuasaan, selalu mengharap,” tuturnya.

Refly mengatakan, semua harus adil dan saat PD berkuasa pun banyak pihak yang mengkritik.

“Walaupun kita juga harus fair, bahwa ketika berkuasa, banyak juga yang harus dikritik dari Partai Demokrat. Jadi, nothing perfect,” ujarnya.

Menurutnya, ini hanya pembagian peran. Hal sama juga terjadi saat Demokrat berkuasa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) paling getol mengkritik.

Sehingga saat ini yang tengah menjalankan tugasnya sebagai pengkritik adalah PD.

“Itu hanya soal pembagian peran. Sama seperti ketika Demokrat berkuasa, PDIP yang paling getol mengkritik. Pokoknya, apa yang dilakukan pemerintah, PDIP tidak setuju. Dan itu memang perannya sebagai partai yang bersikap oposisional. Sama seperti Demokrat (saat ini),” tandasnya.

Lebih lanjut, Refly berpendapat, sebuah kebijakan pasti memiliki sisi baik maupun buruknya. Perbedaan antara pemerintah dan oposisi adalah, pemerintah akan mengungkapkan terus sisi baiknya karena tahu sisi buruknya.

Sedangkan oposisi tahu ada hal baik dari pemerintah, namun mereka berkonsentrasi memperbaiki hal buruknya.

Dia juga menanggap ini hal biasa dalam demokrasi dan tentu jangan sampai ada tindakan kriminal atau lainnya.

“Ini adalah sesuatu pembagian peran yang menurut saya indah-indah saja. Kalau menggunakan kata-kata keras seperti saling mengancam dan lain sebagainya, itu biasalah ya dalam dinamika demokrasi, yang penting adalah jangan saling mengadukan, jangan main adu mengadu, atau kriminal mengkriminalkan apalagi ada pertikaian fisik dan merusak propert,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, PD dan PKS saat ini tengah gencar mengkritik kebijakan serta tindakan dari pemerintah. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here