Rapat Dengan Tim Pansel KPU-Bawaslu, Anggota DPR Ini Malah Bahas Bau Balsem & Remason

292
DPR

Anggota Komisi II DPR dari fraksi Golkar, Agung Widyantoro melayangkan protes lantaran merasa terganggu bau balsem yang tercium sepanjang rapat bersama tim panitia seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu.

Protes itu disampaikan Agung di tengah rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR bersama tim Pansel, pada Rabu (19/1).

Dia juga menyesalkan sebab salah satu tim Pansel hanya mengenakan training dalam rapat.

“Udah AC-nya dingin dari belakang itu, pakai jaket, jaketnya udah dibikin bolak balik pengadaannya cukup besar miliaran gitu ya, tapi ternyata baunya minyak kayu putih atau Rhemason. Ini kan ganggu kerjanya,” tukas Agung.

“Datang ke sini kita akan bertempur bagaimana caranya menciptakan pesta demokrasi yang bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas, tetapi komisionernya datang pakai training, Rhemason dan sebagainya,” tambahnya.

Pimpinan rapat, Ahmad Doli Kurnia kemudian menginterupsi pernyataan Agung karena berbicara di luar konteks.

Kepada Agung, Doli mengingatkan bahwa lima komisioner KPU tersebut telah menyelesaikan masa jabatan selama lima tahun.

Dia pun menyentil Agung agar kekesalannya bisa disampaikan kelak ke para komisioner terpilih yang baru.

“Bapak mau cerita soal Rhemason segala macam, udah jadi. Kecuali catatannya timsel berikutnya 5 tahun nggak boleh pakai Rhemason. Jadi jangan terlalu melebar ke mana-mana maksud saya,” kata dia.

Agung membalas respons Doli. Ia menyebut bahwa maksud pernyataannya untuk mengetahui proses seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu dari para komisioner atau Tim Pansel tersebut.

“Saya berharap kulonuwun dan pamitan ini tidak hanya sebatas melaporkan dari sekian angka orang kemudian sudah tersaring sekian orang. Tapi ingin tahu, kan kita tidak terlibat seleksi itu,” kata dia.

“Saya kasih tahu setiap tahapan mereka ini kirim laporan kepada kita,” timpal Doli.

Sumber Berita / Artikel Asli : CNN Indonesia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here