Ramai Prank Donasi Rp2 Triliun, Netizen Tagih Rp11 Ribu Triliun yang Dijanjikan Jokowi

554
Jokowi

JAKARTA – Netizen ramai-ramai tagih janji Presiden Jokowi soal dana Rp11 ribu triliun di luar negeri. Itu setelah polemik donasi Rp2 triliun yang dijanjikan keluarga mendiang pengusaha Akidi Tio.

Anak Akidi Tio, Heriyanti pun dinilai telah melakukan prank ke seluruh masyarakat Indonesia. Dia sempat dijemput kepolisian Polda Sumatera Selatan sebab hingga Selasa (3/8) hari ini, janji donasi itu tak kunjung ditransfer.

Sementara itu, di media sosial, netizen kembali mengingat janji presiden Jokowi soal Rp11 ribu triliun di luar negeri.

Pernyataan Jokowi itu disampaikan dalam acara sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/8/2016) silam.

Netizen menilai, ucapan itu sebagai prank dari Presiden. Sebab Rp11 ribu triliun itu hingga saat ini tidak terlihat wujudnya.

“Nah yang nipu Rp 2 triliun sudah diperiksa dengan tuduhan penghina terhadap negara. Lalu kapan pak Pol yang nipu Rp 11.000 triliun di kantongnya itu ditangkap? Bukankah dia itu nipu seluruh rakyat di negri ini? tulis akun twitter milik aktivis ProDemokrasi Nicho Silalahi di Twitter-nya, @Nicho_silalahi, Selasa (3/8).

“Apakah kalau Rp 2 triliun urusan Kapolda, maka Rp11.000 T urusan Kapolri? Kayaknya seperti itu Dinda,” tulis pegiat media sosial Don Adam @Donadam68.

“Sobat, hoax Rp2 triliun sudah ditangkap Polri. Bagaimana dengan hoax Rp11.000 triliun? hahaha, ” tulis aktivis 98, Haris, Rusly Moti @motizenchannel.

Adapun ucapan Jokowi terkait Rp11 ribu triliun itu merupakan data tentang nilai aset sejumlah warga negara Indonesia di luar negeri.

“Banyak sekali uang milik orang Indonesia di luar (negeri). Ada data di kantong saya, di Kemenkeu di situ dihitung ada Rp 11.000 triliun yang disimpan di luar negeri. Di kantong saya beda lagi datanya, lebih banyak. Karena sumbernya berbeda,” ujar Jokowi kala itu.

Dia mengatakan, pemerintah akan membawa pulang kembali uang-uang itu lewat program tax amnesty. Sehingga bisa membantu membangun ekonomi di dalam negeri.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Strategis Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo menjelaskan 11 ribu triliun tersebut merupakan data aset yang dimiliki WNI di luar negeri.

Sumber Berita / Artikel Asli : Radarfin

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here